• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Viral Penipuan via Whatsapp, Bareskrim Polri Menangani Kasus Ini

    ByNAS

    Jan 30, 2023

    Intra62.com, Jakarta Tim Bareskrim Polri turun tangan menyelidiki kasus dugaan penipuan undangan pernikahan lewat aplikasi WhatsApp. Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan, modus semacam ini berbeda dengan yang pernah diungkap oleh Bareskrim Polri.

    “Jaringan kemarin fokus kepada nasabah bank tertentu dengan menyasar fasilitas online bank sedangkan terkait modus baru dengan menggunakan undangan pernikahan tim kami masih melakukan penyelidikan,” ucap Adi Vivid dalam keteranganya, pada Minggu (29/1/2023).

    Mabes Polri by Intra62

    Baca Juga: Kapolri Kumpulkan Petinggi Polri dan Jajaran Kapolda di Wilayah Indonesia

    Adi vivid menjelaskan, Bareskrim Polri sampai saat ini belum menerima laporan dari pihak yang dirugikan. Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang pernah menjadi korban modus tersebut segera membuat laporan polisi.

    “Sampai saat ini di Bareskrim belum mendapat laporan tentang hal tersebut. Saya mengimbau apabila ada yang menjadi korban segera melaporkan agar bisa ditangani secara cepat,” kata dia.

    Aksi penipuan yang memanfaatkan platform WhatsApp kembali terjadi. Kali ini, media sosial digegerkan dengan adanya modus penipuan melalui undangan pernikahan yang disebar luas via aplikasi WhatsApp.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesan yang dishare itu diberi nama Surat Undangan Pernikahan. Walaupun diberi nama Undangan Pernikahan. Namun, format file yang dikirimkan ternyata APK atau format file untuk aplikasi Android.

    Ubah Password

    Dalam isi pesan yang disebar, pengirim tidak memperlihatkan identitas dirinya. Namun, pengirim hanya meminta penerima agar membuka file APK yang dikirimkannya untuk mengetahui informasi yang diberikan kepada korbanya.

    Modus ini, menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya, tidak berbeda dari Modus sebelumnya juga sempat viral, yaitu ketika meminta korban untuk memasang aplikasi tertentu yang sebenarnya dipakai untuk mencuri SMS OTP layanan mobile banking.

    “Kelihatannya rekayasa soalnya berubah menjadi undangan kawin. Intinya sih sama saja, mengelabui korban agar meng-install aplikasi yang sebenarnya akan dipergunakan untuk mencuri SMS OTP mobile banking,” ucapnya, Jumat (27/1/2023).

    Lebih lanjut Alfons menerangkan, ada kemungkinan aksi ini dilayangkan pada korban yang sebagian besar data kredensialnya, seperti user ID, password, hingga PIN transaksinya sudah didapatkan oleh penipu.

    “Kemungkinan besar data ini sudah tersebar, misalnya dikumpulkan saat penipuan kenaikan biaya admin pertengahan tahun lalu. Saya perkirakan data kredensial tersebut sudah menyebar di kalangan penipu,” katanya menjelaskan.

    Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat yang pernah mengisi data pada saat ramai kasus penipuan biaya transfer untuk segera mengubah password dan PIN transaksi miliknya.

    Tidak hanya itu, masyarakat yang merasa mendapatkan pesan mencurigakan sebaiknya tidak membukanya langsung. Apalagi, bila isi pesan itu meminta pengguna untuk memasang aplikasi dan mengisi data-data pribadi.

    (red)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *