Jakarta, Intra62.com – Pada Selasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan anggota keluarga warga Jepang yang diculik Korea Utara beberapa dekade lalu.
Saat bertemu dengan mereka, dia memperbarui komitmennya untuk memastikan bahwa para korban dikembalikan kepada keluarga mereka sesegera mungkin.
Pertemuan singkat tersebut berlangsung di State Guest House di Tokyo, tempat keduanya mengadakan pembicaraan tatap muka pertama.
Trump memberi tahu keluarga korban bahwa pemerintahannya bekerja sama dengan Jepang mengenai masalah ini dan menyatakan bahwa “kami selalu memikirkan hal ini.”
“Kami akan melakukan segalanya,” tegas Trump.
Baca Juga : Senin Pagi, Donald Trump Meninggalkan Malaysia.
Trump juga bertemu dengan anggota keluarga warga Jepang yang menjadi korban penculikan Korea Utara selama masa jabatan pertamanya.
Jepang secara resmi mencatat 17 orang yang diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an dan 1980-an, tetapi Jepang percaya bahwa para agen Korea Utara terlibat dalam lebih banyak penculikan.
Pada tahun 2002, lima korban telah dipulangkan, dan sejak itu, tidak ada kemajuan yang signifikan dalam upaya memulangkan korban lainnya.
Trump telah berulang kali memuji hubungan baiknya dengan Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, meskipun pembicaraan tentang denuklirisasi mereka gagal pada 2019. Dia juga telah menyatakan keinginan untuk kembali menjalin komunikasi diplomatik dengan Pyongyang.
Hingga saat ini, baik Jepang maupun Amerika Serikat tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Utara.
Baca Juga : Trump Mengumumkan Fase Kedua Kesepakatan Gaza.
( Red ).
