Jakarta, Intra62.com – Sebagian orang mengeluhkan kualitas pencahayaan di Halte Transjakarta Cawang Baru di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.
“Winda (27) telah meninggal selama tiga hari, saya tidak tahu penyebabnya karena apa. Jadi, sekarang kalau lewat JPO itu gelap, bahaya,” kata salah satu warga sekitarnya di Jatinegara, Jakarta Timur.
Dalam beberapa hari terakhir, dia mengungkapkan bahwa semua sumber cahaya yang seharusnya berfungsi dan membantu keamanan warga itu telah mati total, membuat keadaan JPO tampak tidak jelas.
Penerangan anak tangga hingga lorong JPO seluruhnya tidak berfungsi, hanya pada area Halte Transjakarta Cawang Baru.
Dia menyatakan bahwa kondisi penerangan JPO yang tidak berfungsi itu membahayakan karena jarak pandang warga sangat terbatas, terutama ketika mereka harus menapaki anak tangga untuk menuju ke tingkat berikutnya.
Salah satu penduduk, Damar (34), juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa saat melintasi Halte Transjakarta Cawang Baru di JPO, dia hanya bisa melihat dari ponselnya.
Baca Juga : Trump Bertemu Anggota Keluarga Warga Jepang Yang Di Culik Korea Utara.
Selain itu, dia khawatir tentang menggunakan JPO tersebut dalam keadaan gelap, terutama saat hujan.
Apalagi saat hujan terus-menerus di malam hari, akan menjadi lebih sulit untuk mengetahui kapan area JPO akan memasuki halte. Damar mengatakan dia khawatir jika hujan dan tidak ada lampu, dia bisa terpeleset.
Dia berpendapat bahwa masalah penerangan JPO Halte Transjakarta Cawang Baru yang tidak berfungsi itu bukan yang pertama, karena situasi serupa juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Dia juga meminta Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk memperbaiki kondisi pencahayaan di Halte Transjakarta Cawang Baru agar kembali berfungsi dengan baik.
Saya khawatir bahwa keadaan gelap seperti ini juga digunakan oleh individu untuk melakukan tindakan kriminal. Damar menyatakan bahwa di JPO mungkin tidak ada petugas, kecuali jika Anda masuk area Halte.
( Red ).
