Jakarta, Intra62.com – TNI AU terus berupaya perkecil potensi kecelakaan penerbangan. Dalam menjalankan tugas Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono menyatakan bahwa ada pihaknya terus berupaya mengurangi tingkat kecelakaan penerbangan serta meningkatkan aspek keselamatan personel.
Ini dilakukan untuk memastikan keselamatan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) tetap terjaga selama operasi di lapangan.
Tonny mengatakan kepada media saat ditemui di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur Kamis, bahwa setiap saat ada program keselamatan penerbangan dan keselamatan terbang dan kerja yang telah dibuat Puslaiklambangja. Program ini bisa berupa seminar atau road to zero accident dari Puslaiklambangja, dan melaksanakan kunjungan prinsip-prinsip keselamatan manajemen sistem dengan baik. Tonny percaya bahwa upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh satuan TNI AU mengikuti peraturan keselamatan yang sesuai.
Baca juga : 256 perwira tinggi (pati) TNI di Mutasi , Ada Apakah ?
Selain itu, Tonny diminta untuk sidak ke beberapa satuan untuk memastikan bahwa fasilitas yang berkaitan dengan keselamatan kerja anggota militer tersedia.
Ada empat faktor utama yang menyebabkan kecelakaan saat menjalankan misi penerbangan, menurut Tonny.
Menurut Tonny, faktor pertama yang sangat penting dalam menjalankan sebuah misi adalah profesionalitas pilot dan seluruh kru. Ini karena mereka adalah aktor utama yang bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat tempur dan angkut.
Kedua, Tonny menyatakan bahwa faktor alam seperti cuaca, dapat mempengaruhi operasional penerbangan.
Tonny mengatakan, “Yang ketiga material apakah pesawat dipelihara dengan baik jam terbang atau sparepart dan sebagainya.”
Faktor terakhir adalah manajemen internal satuan kata Tonny. Ini mencakup tata organisasi satuan pendidikan pilot dan peraturan atasan yang mengatur anak buah menjalankan misi hingga penerapan peraturan keselamatan.
Oleh karena itu, Tonny memastikan bahwa jajarannya akan selalu mengevaluasi empat komponen tersebut untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan dalam misi penerbangan.
(red/ratna)
