Jakarta , Intra62.com . Tingkatkan Produksi Minyak, ESDM Optimalkan Sumur tua di Blora . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengoptimalkan sumur lama di Blora, Jawa Tengah. Untuk mewujudkan swasembada energi dengan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dari sumur lama dan sumur rakyat.
Masyarakat kerja tidak was-was agar lifting (minyak) kita bisa naik. Menurut Bahlil, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta pada Kamis, “tidak ada lagi oknum-oknum yang menakuti mereka. Dijual ke Pertamina dengan harga yang baik, dan bisa melahirkan lapangan pekerjaan.”
Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua mengatakan bahwa sumur minyak bumi yang dibor sebelum tahun 1970 . Tidak lagi dioperasikan oleh kontraktor aktif. Istilah “sumur tua” mengacu pada sumur minyak bumi yang diproduksi sebelum tahun 1970.
Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi memungkinkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Untuk berpartisipasi dalam manajemen sumur-sumur marginal dengan mempertahankan prinsip keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik.
Bahlil mengatakan, “Yang penting adalah masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik, jadi tidak ada rasa was-was. Dan mereka legal, jadi lingkungannya kita jaga.”
Pemerintah menargetkan optimalisasi sumur tua dari sisi efisiensi karena memanfaatkan infrastruktur dan cadangan yang telah ada. Mereka berharap kontribusi produksi dari sumur tua dan sumur rakyat akan terus meningkat secara bertahap, dan mereka akan menjadi bagian penting dari pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari.
Bahlil mengatakan, “Setelah saya mengecek, satu sumur masyarakat itu bisa mendapatkan tiga sampai lima barel.”
Satu Sumur 2 Juta
Ia menjelaskan bahwa tiga barel hampir mencapai 500 liter, dan satu barel setara 159 liter. Dengan harga minyak mentah Indonesia (ICP) 70 dolar AS per barel dan asumsi porsi hasil 70%, setiap barel menghasilkan sekitar 49 dolar AS.
Oleh karena itu, satu sumur dapat meraup sekitar 147 dolar AS setiap hari, yang dapat dibulatkan menjadi 150 dolar AS, atau sekitar Rp2 juta.
Selain berkontribusi pada produksi minyak nasional, aturan sumur tua dan komunitas mempekerjakan banyak orang. Akibatnya, perputaran ekonomi masyarakat yang berhubungan dengan sumur-sumur rakyat ini memiliki efek positif yang nyata.
Bahlil mengatakan, “Satu sumur tenaga kerjanya itu bisa 10 orang, jadi ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terus pendapatan masyarakat perputaran ekonominya ada.”
