Jakarta, Intra62.com – Pada pembukaan perdagangan hari Jumat di Jakarta, nilai tukar penguatan rupiah bergerak naik 5 poin, atau 0,03 persen, menjadi Rp16.731 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diperkuat oleh neraca transaksi berjalan Indonesia, menurut Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures.
“Data yang menunjukkan surplus besar (surplus pertama dalam 10 kuartal) pada neraca transaksi berjalan Indonesia kemarin masih mendukung rupiah,” katanya
Menurut Bank Indonesia (BI), ada surplus transaksi berjalan sebesar 4,0 miliar dolar AS pada triwulan III-2025, yang merupakan peningkatan dari defisit sebesar 2,7 miliar dolar AS (0,8 persen dari PDB) pada triwulan II-2025.
Dibantu oleh peningkatan ekspor nonmigas, pencapaian ini merupakan surplus neraca transaksi berjalan terbesar sejak kuartal I-2023 dan yang terbesar sejak kuartal III-2022. Di sisi lain, transaksi modal dan finansial mencatatkan defisit 8,1 miliar USD pada kuartal II-2025.
Oleh karena itu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit sebesar 6,4 miliar dolar AS pada kuartal III-2025, dengan posisi cadangan devisa pada September 2025 senilai 148,7 miliar dolar AS.
Sebaliknya, sejumlah besar data ekonomi AS yang berbeda menghambat kemungkinan penguatan rupiah.
Salah satu data menunjukkan penambahan 119 ribu lapangan kerja pada bulan September, jauh di atas ekspektasi pasar, menurut Anadolu.
Pertumbuhan lapangan kerja bulan September berasal dari industri-industri besar, mulai dari sektor perawatan kesehatan sebesar 43 ribu, bantuan sosial 14 ribu, dan bar serta restoran menyumbang 37 ribu.
Di sisi lain, sektor transportasi dan pergudangan kehilangan 25 ribu pekerjaan, dan pemerintah federal kehilangan 3 ribu pekerjaan.
Begitu pula sektor jasa profesional dan komersial yang melaporkan penurunan sebesar 20 ribu, didorong penurunan bantuan sementara sebesar 16 ribu.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, penguatan rupiah diperkirakan berkisar Rp16.650-Rp16.750 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas Pada Hari Ini
Baca Juga : Sentimen Konsumen AS Lebih Rendah Perkiraan Karena Rupiah Menguat.
(Red).
