Jakarta , Intra62.com , Suhu politik naik , B wadja SH Sekjend DPP AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ) serukan Stop saling bully kepada Bakal Capres . Diungkapkan dalam acara kegiatan Roundown ke Jawa Tengah . Kamis ( 6 /7/2023 ).
Belakangan ini situasi suhu politik memanas . Akibat dari peran Partai politik yang kurang ” berakhlak ” , menjadikan situasi menjadi tidak nyaman untuk dilihat . Baik perilaku para relawan , pendukung atau buzzer rupiah yang cenderung tidak intelek dalam mensikapi kebijakan.
Saling tuding dan jegal menjadi hal lumrah belakangan ini , padahal itu melanggar etika politik . Senada juga disampaikan oleh Pengamat sipiritual politik & Kebangsaan dari AWDI , prihatin sekali melihat kondisi masyarakat yang menjadi penonton dan korban dalam setiap roda kehidupan berbangsa , ” Ujar Anis .
Sebetulnya rakyat sudah jenuh dalam melihat perilaku petinggi negara dan Pemimpin Parpol . Sikap petinggi yang jauh dari kepedulian kepada masyarakat . Tiap hari rakyat disajikan oleh menu orientasi politik yang terkesan haus kekuasaan dan haus keuangan . Eksploitasi pertambangan misalnya seperti lagi viral yaitu eksport nikel illegal . Ini kan aneh jutaan bisa keluar dari negeri tercinta.
Banyak permasalahan yang ” lucu “dan menggelikan dipertontonkan oleh pemimpin . Dari polemik Jakarta Internasional Stadion ( JIS ) , antara politik – dunia olahraga sampai ada seniman yang tidak netral . Dalam Puisinya sang seniman terlalu pinter yang merendahkan Bakal capres lainnya .
Baca juga : Sekjend AWDI , Balham Wadja SH prediksi ada 7 Calon Wapres Unggulan termasuk Andika Perkasa
Dari berbagai sektor baik pertanian , Perdagangan sampai dunia Olahraga dengan sangat mudah di Politisasi . Sampai Impor beras pun menjadi naik yang dengan alasan El Nino . Dugaan perselingkuhan politik menjadi semakin terang dan jelas . Dan tidak menarik di tengah -tengah masyarakat yang sedang prihatin .
Bully sering dipakai sebagai intimidasi pada seseorang . Diartikan penindasan adalah perilaku agresif yang mengintimidasi dari individu maupun kelompok terhadap individu. Fenomena bully meresahkan msyarakat , dari masyarakat bawah sampai pemimpin politik . Jadi Stop bully. ( Tim red )
