• Sun. Apr 19th, 2026

Sekjen Partai Golkar Menyarankan PT 5% yang Menggabungkan Ambang Faksi.

ByBunga Lestari

Mar 11, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Muhammad Sarmuji, sekretaris jenderal Partai Golongan Karya, mengusulkan agar ambang batas parlemen naik jadi 5%, tetapi dikombikasikan dengan ambang batas partai.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Sarmuji menyatakan, “Saya mengusulkan (PT) 5% dikombinasikan dengan batas divisi. Yang belum banyak dibahas adalah batas divisi.”

Sarmuji menjelaskan bahwa ambang fraksi adalah syarat untuk membentuk fraksi di DPR Republik Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa kriteria ideal untuk membentuk fraksi adalah dua kali jumlah Alat Kelengkapan DPR Republik Indonesia (AKD).

Jadi, PT tidak perlu terlalu tinggi seperti yang disarankan oleh yang lain, tetapi ada batas bagian. Kenapa perlu ada? karena untuk memudahkan proses pengambilan keputusan di DPR jika fraksinya berkurang. Dia menyatakan, “Jadi, misalkan nanti ada 8 partai yang masuk, tapi ada syarat untuk membentuk fraksi.”

Terdiri dari 13 Komisi (2024–2029), Badan Musyawarah (Bamus), Badan Legislasi (Baleg), Badan Anggaran (Banggar), Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Panitia Khusus (Pansus), dan Badan Aspirasi Masyarakat, alat kelengkapan DPR Republik Indonesia.

Semua anggota Komite Keuangan, termasuk badan dan komisi. 20 kan untuk komisi dan perlengkapan lainnya, 40 untuk kursi. Itu ideal. “Saya pikir itu ideal, proporsional, dan ideal jika PT-nya 5% dan alat kelengkapan dua kali lipat.”

Selain itu, Sarmuji menjelaskan bahwa usulan syarat pembentukan fraksi itu dibuat dengan alasan. Menurutnya, ini dilakukan untuk mencegah anggota fraksi memiliki banyak jabatan.

Kenapa ada perbedaan dua kali jumlah alat kelengkapan? agar anggota fraksi itu tidak lari. Pindah ke sana, pindah ke sana, setelah rapat ini berakhir. Sarmuji menyatakan bahwa pada masa lalu, ada partai kecil yang memiliki banyak anggota AKD.

Selain itu, Sarmuji menyatakan bahwa dengan ambang parlemen tersebut, setiap partai memiliki kesempatan yang sama untuk lolos ke parlemen.

Sebenarnya, semua partai seharusnya tidak mengalami masalah. Kenapa? karena pemilu belum dilaksanakan. Setiap partai memiliki kesempatan untuk memenuhi tes fisik (PT) atau tidak memenuhinya. Oleh karena itu, tidak ada yang menganggap partai kecil buruk; jika tidak, siapa lagi yang akan menjadi partai kecil? Menurutnya, semua partai ingin menjadi partai besar.

Baca Juga : Sekjen Golkar: AMPG-AMPI Percaya Penghinaan Bahlil Telah Melampaui Batas.

Baca Juga : Penambang Raja Ampat Tak Untungkan Warga Lokal , Begini Kata Fraksi Golkar

RED.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/