Jakarta, Intra62.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai menjadi faktor penyebab ketegangan antara kader PDIP dengan kader Partai Gerindra, sehingga sulit bagi kedua partai untuk bersatu dalam koalisi.
“Kritik PDIP terhadap Jokowi dan Gibran selalu direspon Gerindra. Akibatnya, kader PDIP dan Gerindra terkesan berantem,” kata analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Minggu (31/3/24).
Padahal, kata Jamiluddin, antara elite politik kedua parpol ini tidak ada persoalan prinsip.
“Bahkan hubungan Megawati dan Puan Maharani dengan Prabowo selama ini cukup baik. Bahkan di antara mereka tak pernah terlihat saling melontarkan kritik secara langsung,” katanya.
Baca juga:
- Kabinet Mendatang Tangan Jokowi Mengatur Calon Menteri 2024-2029
- Pilpres 2024, Kongkalikong Jokowi dan Surya Paloh Mulai Terlihat
Menurutnya, “ketegangan” yang terjadi sesungguhnya karena langkah Jokowi dan trahnya yang dinilai telah melukai PDIP, hingga menjadi penghalang terjadinya koalisi dengan Partai Gerindra.
“Jadi, saling kritik antara kader PDIP dan Gerindra lebih didominasi beda kepentingan dalam melihat Jokowi dan Gibran. Itu yang jadi ganjalan utama bagi kedua partai untuk berkoalisi,” tutupnya.
