Jakarta, Intra62.com – Karena hingga saat ini sekolah masih tertutup lumpur, siswa SMA Negeri 2 Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menjalani pendidikan mereka belajar Di Tenda.
Karena lumpur mencapai dua meter tinggi, sekolah belum dapat digunakan hingga saat ini, kata Kepala SMA Negeri 2 Meureudu M Diah di Pidie Jaya, Senin.
Hampir semua siswa tiba di sekolah tanpa membawa peralatan dan perlengkapan belajar; kebanyakan dari mereka mengenakan seragam putih abu-abu.
Pelajar mengikuti upacara bersama pembina Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi dan para guru dan tenaga pendidik lainnya sebelum mulai kelas.
Banjir bandang memengaruhi hampir semua siswa dan guru di SMA Negeri 2 Meureudu, yang memiliki 271 siswa dan 55 guru.
M Diah menyatakan bahwa mereka tidak memaksa anak-anak untuk pergi ke sekolah karena mereka juga menjadi korban banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Kami juga telah memberi tahu siswa bahwa proses belajar mengajar akan dimulai pada 5 Januari 2026. Dia mengatakan bahwa, karena banjir merusak alat komunikasi mereka, mungkin tidak semua anak-anak mengetahuinya belajar di tenda
Dia menyatakan bahwa, seperti halnya seragam, sekolah memungkinkan siswa mengenakan pakaian lain selain seragam sekolah, karena sebagian besar rumah mereka terdampak banjir, dan beberapa di antara mereka hilang dan tertimbun lumpur.
Sementara itu, Nasyila Fonna, siswa Kelas 10A SMA Negeri 2 Meureudu, mengatakan dia datang ke sekolah setelah menerima pemberitahuan dari guru. Dia hadir dengan pakaian biasa dan tidak membawa peralatan dan perlengkapan belajar.
Nasyila Fonna mengatakan, “Seragam dan alat belajar semuanya tidak bisa digunakan lagi akibat banjir. Saya berharap aktivitas di sekolah segera kembali normal seperti biasa karena saya tidak ingin tertinggal dalam pembelajaran.”
Baca Juga : Ledakan di SMAN 72: ABH Sudah Dapat Dimintai Keterangan Oleh Polisi.
(Red).
