Jakarta , Intra62.com . Pekan ASI Sedunia 2025 : Menyusui Beri Harapan Selain Makanan Anak . Menyusui adalah keputusan yang bijak bagi seorang ibu dan memiliki banyak keuntungan. Perayaan World Breastfeeding Week 2025 mengajak para ibu untuk lebih memahami dampak yang dihasilkan dari menyusui.
Fakta ilmiah dari seluruh dunia menunjukkan bahwa menyusui sangat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kesejahteraan hidup anak.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada tahun 2016, peningkatan tingkat menyusui secara merata di seluruh dunia dapat menyelamatkan hampir 823.000 nyawa anak balita dan 20.000 ibu setiap tahunnya.
Manfaat menyusui ini berlaku di negara berkembang dan negara maju. Peningkatan angka menyusui telah terbukti menghemat jutaan poundsterling dalam anggaran kesehatan negara di Inggris Raya.
Menurut laporan dari Baby Friendly UK, sertifikasi inisiatif Baby Friendly meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi rawat inap dan konsultasi tentang penyakit yang dapat dicegah dengan menyusui dalam tiga tahun pertama.
ASI meningkatkan kesehatan jangka panjang anak-anak dengan memberikan perlindungan alami terhadap berbagai penyakit yang sering membahayakan kehidupan mereka.
Bayi yang menerima ASI selama enam bulan pertama lebih rentan terhadap infeksi pernapasan, diare, diabetes tipe 2, obesitas. Dan Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS), menurut UNICEF United Kingdom.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet, peningkatan angka menyusui di seluruh dunia dapat menyelamatkan lebih dari 800.000 nyawa anak setiap tahunnya. Yang menarik adalah keuntungan ini berlaku di mana saja, baik di negara kaya maupun miskin.
Menyusui memberikan manfaat kesehatan yang sama besarnya, tidak peduli latar belakang sosial ekonomi seseorang. ASI menjadi perlindungan yang adil dan setara, bahkan dalam situasi kemiskinan.
Menyusui mampu mengangkat seorang bayi dari kemiskinan dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, memberi mereka kesempatan hidup yang lebih adil dan sehat, kata James P. Grant dari UNICEF.
Baca juga : Delapan skenario dirancang oleh BPJS Kesehatan Amankan Dana Jaminan Sosial
(Anisa-red)
