Jakarta, Intra62.com –
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diminta oleh Mensos Saifullah Yusuf, juga dikenal sebagai Gus Ipul, untuk membuka Sekolah Rakyat (SR) secara bertahap sebelum 2026.
Gus Ipul menyatakan saat menghadiri sosialisasi terkait pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, bahwa minimal tahun ini Sekolah Rakyat Rintisan akan dimulai di Sidoarjo.
Menurutnya, karena Sidoarjo berfungsi sebagai penyangga Surabaya, ibu kota Provinsi Jatim, sangat penting bagi warga desil 1 dan 2 DTSEN di wilayah tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Ia menyatakan bahwa mungkin untuk mendirikan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut melalui program Sekolah Rintisan dengan menggunakan aset yang dimiliki pemerintah daerah setempat.
Selain itu, menurut Mensos, pemerintah saat ini membangun 100 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia pada tahun 2026, dengan tujuan membangun 100 sekolah tambahan pada tahun 2027.
Gus Ipul menyatakan, “Ke depan, saya berharap pembangunan SR permanen di Sidoarjo dapat termasuk dalam kuota pembangunan 100 sekolah lainnya pada tahun 2022.”
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa lahan seluas 9,5 hektar di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, telah disiapkan untuk tempat Sekolah Rakyat permanen.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo akan selesai pada tahun 2027 sesuai dengan arahan Mensos. Ini akan memungkinkan anak-anak di Sidoarjo yang keluarganya berada di bawah DTSEN untuk belajar.
Baca Juga : Seskab Menerima Mensos yang Membahas Kerja Sama Antara Sekolah Rakyat dan Universitas.
Baca Juga : Kemensos Menyetujui Pembangunan Sekolah Di Manokwari
(Red).
