Jakarta, Intra62.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung kesiapan MPP (Mal Pelayanan Publik) di Semarang, Jawa Tengah.
Di Jakarta, Kamis, Mendagri menyatakan, “Kalau yang kita lihat malam ini ya baik. Tapi, saya tahu karena MPP ini juga salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.”
Mendagri merekomendasikan agar suasana MPP Kota Semarang menjadi lebih nyaman.
Ia mendorong pengelolaan layanan untuk mencontoh MPP Kabupaten Badung di Bali, jika memungkinkan. Di daerah ini, suasana pelayanan dibuat lebih menarik dan lebih dekat dengan masyarakat, sehingga pengunjung merasa lebih nyaman saat menggunakan layanan publik.
Baca Juga : Kasus Pemkab Lamongan: KPK Memeriksa Direksi Perusahaan Konstruksi.
Mendagri menjelaskan bahwa MPP di Indonesia sebenarnya mengadopsi model serupa yang digunakan di Georgia. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kemudian menerapkan konsep tersebut di Indonesia.
Tito juga menekankan pentingnya optimalisasi MPP di Jawa Tengah. Dia berharap MPP dapat membantu program tiga juta rumah dengan menyediakan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Ia mengatakan bahwa keberadaan MPP membuat hidup masyarakat lebih mudah karena dapat memangkas alur perizinan yang sebelumnya rumit.
Mendagri mengatakan telah melihat secara langsung kemudahan layanan kesiapan MPP di berbagai daerah. Bahkan, dalam pengalamannya, proses perizinan PBG kini dapat dilakukan sekitar 15 menit. “Kemudahan inilah yang perlu terus ditingkatkan,” imbuhnya.
Baca Juga : KPK Menduga Satori Menerima Uang Selain CSR BI-OJK Setelah Sita Ambulans BPKH.
( Red ).
