Bekasi, Intra62.com – Massa buruh melakukan aksi mogok nasional di Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi. Demonstrasi buruh digelar di dua lokasi, yakni Kawasan Industri MM2100 dan Kawasan Industri Gobel.
“MM2100 dan Kawasan Gobel,” ujar AKBP Ahsanul Muqqafi, Kabag Ops Polres Metro saat dihubungi, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga: Akibat Aksi Demonstrasi, Kendaraan Kena Imbas
Ahsanul menyatakan, aksi demonstrasi itu dilindungi 800 petugas polisi, termasuk 400 personel Polres Metro Bekasi dan Polsek, juga dua kompi Sabhara, serta dua kompi Brimob Polda Metro Jaya.
Ahsanul menyebut, awalnya buruh dalam jumlah besar berencana berdemonstrasi di empat lokasi yakni kawasan EJIP, Jababeka, Gobel dan MM 2100. Namun sejauh ini, pendemo hanya fokus pada dua hal.

“Aksi demo buruh saat ini hanya terjadi di Gobel dan MM 2100,” ujarnya.
Kondisi lalu lintas di lokasi kejadian dinilai masih terkendali. Sementara berdasarkan Google Maps, kemacetan terjadi di dekat pintu keluar Tol Cibitung. Sementara lalu lintas di lokasi aksi terhalang massa.
Demonstrasi Buruh Serentak
Presiden Partai Buruh Said Iqbal, dihubungi terpisah, mengatakan aksi tersebut dilakukan serentak di seluruh kawasan industri di Indonesia.
“Mogok kerja dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai. Yang dimaksud dengan berhenti di sini adalah bila ada usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) gubernur-gubernur sampai menjamin tidak ada penyimpangan dari nilai yang direkomendasikan wali kota masing-masing daerah,” ungkap Said Iqbal.
Said menyampaikan, nilai UMK hari ini akan diputuskan oleh gubernur berdasarkan rekomendasi bupati dan walikota. Khusus untuk Jakarta, dia meminta Gubernur DKI merevisi kenaikan UMP dari 3,6% menjadi hampir 15%.
“Besok adalah hari terakhir gubernur dapat memutuskan besaran kenaikan UMK. Dan gubernur tidak dapat mengubah nilai UMK yang dianjurkan bupati dan walikota,” jelasnya
“Nggak masuk akal bagi DKI untuk menaikkan upah sebesar 3,6% ketika upah di wilayah sekitarnya jauh di atas 3,6%. Seperti Kota Bekasi 14,02%, Kabupaten Bekasi 13,99%, Kota Depok 12,99%, dan seterusnya,” pungkasnya. (red/intra62)
