Jakarta, Intra62.com – Dua masalah utama pengangguran di Indonesia, menurut Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), adalah penggantian pekerja industri oleh mesin dan kemampuan warga untuk bergerak mencari kerja.
Aris mengatakan bahwa investasi Rp1 triliun di Indonesia bisa menciptakan 4.500 lapangan kerja 10 tahun yang lalu. Tetapi hanya 1.200 lapangan kerja yang diciptakan pada tahun 2024.
Di arena bursa kerja di Mall Season City, Tambora, Selasa, Aris Wahyudi, Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan Kemnaker, menyatakan, “Jadi investasi itu masih banyak yang padat modal ‘high-tech’ . Sehingga tidak ramah dengan perluasan kesempatan kerja.”
Pencari kerja muda harus terus belajar dan meningkatkan “skil” mereka . Tidak peduli apakah itu disebut up-skilling atau re-skilling jangan hanya teknikal . Tetapi juga keahlian halus untuk gigih, tahan banting dan lainnya.
Menurut Hari Nugroho, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta. Ada 338.000 orang yang tidak memiliki pekerjaan.
Dia menyatakan bahwa data tersebut telah dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “Namun ini yang perlu kami detailkan kembali dengan portalnya Kementerian Ketenagakerjaan RI, di sana ada portal siap kerja,” kata Hari.
Hari menyatakan bahwa pihaknya melibatkan 40 perusahaan dalam bursa kerja ini, yang menawarkan sekira 1.945 posisi. Walaupun kebanyakan pencari kerja di Indonesia adalah generasi Z, atau Gen Z, yang memiliki karakteristik kerja yang berbeda dari pekerja sebelumnya.
Baca juga : Peluang Ke Manca Negara Seminar COI dan AWDI Bersama Founder Beasiswa
(Red)
