• Sun. Mar 15th, 2026

Keluarga Wacanakan Museum Benyamin Sueb Pindah ke Kemayoran dan Bertanggung Jawab atas Sekneg.

ByBunga Lestari

Feb 1, 2026

Jakarta, Intra62.com – Keluarga besar Benyamin Sueb, seniman Betawi terkenal, mendorong pemindahan Museum Benyamin Sueb ke kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan pengelolaan langsung oleh Sekneg.Pandangan yang mendasari usulan ini adalah bahwa Benyamin Sueb telah diakui sebagai tokoh budaya nasional yang membawa citra dan budaya Betawi ke panggung nasional dan internasional.

H Biem Triani Benjamin, Putra Benyamin Sueb, menyatakan harapannya agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada keluarga untuk berbicara tentang pengelolaan museum.

Minggu 1 Februari 2026, Biem menyatakan, “Ini masih sebatas wacana dulu sebagai anak dari Babeh, agar dikelola Sekneg. Karena kan Babeh itu masuk kategori tokoh budaya nasional, seyogyanya memang seperti itu.”

Selain pengelolaan, keluarga berharap Sekretariat Negara mengajak percakapan tentang perpindahan museum dari kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, ke kawasan strategis nasional Kemayoran.

Biem menyatakan, “Perpindahan museum dari Jatinegara, yang saat ini difasilitasi Pemprov DKI, ke Kemayoran lokasi Sekneg.”

Biem, yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra dari 2014 hingga 2019 dan anggota DPD RI dari 2004 hingga 2007, mengatakan bahwa ide itu muncul setelah berbicara dengan banyak akademisi dan budayawan Betawi.

Dia menyatakan, “Setelah diskusi dengan pemerhati budaya dan aktivis serta penilaian para akademisi, secara kepatutan ketika museum dipindahkan ke Kemayoran dan dikelola Sekneg maka akan naik kelas menjadi tingkat nasional. Apalagi di Kemayoran sudah ada Jalan Benyamin Sueb, jadi kan jelas beliau memang sudah tokoh budaya nasional asal Betawi.”

Selain itu, ia mengingatkan kembali pembukaan Taman Benyamin Sueb di Jatinegara oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tahun 2018.

Menurutnya, Kemayoran lebih strategis karena sering menjadi tempat berbagai agenda nasional dan internasional, seperti pameran besar dan Expo Kemayoran.

Sementara itu, Balham Wadja Siagian, seorang aktivis dan pemerhati budaya Nusantara, menganggap wacana tersebut sebagai tindakan yang logis dan visioner.

Ia mencontohkan kawasan nasional seperti Kemayoran, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Senayan.

Dia menyatakan bahwa, meskipun Pemprov DKI Jakarta telah memberikan tempat dan mengangkat tokoh budaya Betawi melalui museum, tidak salah jika Sekneg kemudian diambil alih untuk naik kelas ke tingkat nasional.

Karya Benyamin Sueb mewakili budaya Betawi dan mendapatkan pengakuan nasional dan internasional, menurut Bahlam.

Film, musik, lenong, dan karya lainnya dari Benyamin Sueb memungkinkan budaya Betawi dikenal secara internasional, bukan hanya di tingkat nasional. Ketika pemerintah pusat ikut mengelola, ini justru bentuk penghargaan tertinggi negara, kata Bahlam. Sosok Benyamin kata Bahlam juga dikenal sebagai seorang seniman yang senang mengeksplorasi metode kreatifnya tanpa mengorbankan tradisi Betawi.

Dia menambahkan, “Kini Beim Benjamin mentransfer gaya pengembangan budaya Betawi ke anaknya, meskipun dia tidak aktif dalam industri film, seperti Babehnya, namun Beim Benjamin terus mempromosikan kegiatan budaya Betawi melalui media radio, bahkan kami ingin berkolaborasi dalam budaya Batak dan Betawi.” Museum Benyamin Sueb terletak di dekat Stasiun Kereta Jatinegara.

Taman Benyamin Sueb terletak di bekas Gedung Kodim 0505 Jatinegara, yang saat ini ditetapkan sebagai cagar budaya. Taman ini diresmikan pada 22 September 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Taman ini didirikan sebagai bagian dari upaya Pemprov DK Jakarta untuk memberikan ruang publik untuk mempelajari dan mengembangkan sejarah dan budaya Betawi.

Untuk menghormati karya seniman kelahiran Batavia yang terkenal multitalenta, Benyamin Sueb (1939–1995) diberi nama.

Benyamin adalah aktor, pelawak, sutradara, dan penyanyi yang memiliki banyak album dan film. Selain itu, ia memainkan peran penting dalam pengembangan seni Gambang Kromong tradisional.

Museum Benyamin Sueb di kawasan taman menyimpan berbagai koleksi berharga dari maestro, mulai dari kaset, pakaian panggung, puluhan penghargaan, hingga foto-foto perjalanan hidupnya dari kecil hingga dia menjadi ikon budaya Betawi.

Benyamin adalah aktor, komedian, sutradara, dan penyanyi yang telah menghasilkan banyak album dan film.Selain itu, ia berkontribusi besar pada perkembangan Gambang Kromong tradisional.

Museum Benyamin Sueb di kawasan taman memiliki banyak barang berharga dari maestro, mulai dari kaset, pakaian panggung, puluhan penghargaan, hingga foto-foto perjalanan hidupnya dari kecil hingga dia menjadi ikon budaya Betawi.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/