Jakarta, Intra62.com – Parade Nusantara 2026, yang akan berlangsung dari 21 Juni hingga 25 Juni 2026, akan menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pusat perayaan budaya Nusantara.
Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia, juga dikenal sebagai AWDI, menyelenggarakan acara tersebut dengan melibatkan pihak Keraton Yogyakarta, para budayawan dan penguat budaya di seluruh Nusantara, serta peserta dari berbagai negara.
Parade Nusantara 2026 akan diadakan di kawasan Titik Nol Kilometer Malioboro dan Jeron Beteng, pusat budaya Keraton Yogyakarta, selama lima hari.
melalui pameran dan sekitar sepuluh ribu bilah keris, yang menjadi simbol kekuatan spiritual dan kearifan lokal bangsa Indonesia, dengan tujuan mencapai Rekor MURI.

Baca Juga : Keluarga Wacanakan Museum Benyamin Sueb Pindah ke Kemayoran dan Bertanggung Jawab atas Sekneg.
Seorang aktivis dan pemerhati budaya Nusantara, yang juga merupakan salah satu penggagas acara Balham Wadja Siagian, menyatakan bahwa Parade Nusantara 2026 akan menjadi tempat untuk memahami identitas bangsa di tengah arus globalisasi, bukan hanya sebuah acara seni.
Balham menyatakan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 1 Februari 2026, bahwa “Parade Nusantara ini adalah peristiwa kebudayaan yang menghidupkan kembali ingatan kolektif bangsa. Jeron Beteng dipilih karena di sanalah denyut sejarah, filosofi, dan adab budaya Jawa berpadu dengan kebhinekaan Nusantara.”
Balham menyatakan, “Keris yang ditampilkan bukan benda mati, melainkan simbol nilai, perjuangan, dan martabat bangsa.”
Balham menyatakan bahwa keterlibatan Keraton Yogyakarta memperkuat legitimasi budaya dan membuat Jeron Beteng menjadi tempat sakral yang sarat makna spiritual dan historis.
Dia menyatakan bahwa Jeron Beteng adalah simbol peradaban. Ketika budaya Nusantara ditampilkan di ruang ini, dunia akan melihat bahwa Indonesia memiliki akar budaya yang kuat, beradab, dan bermartabat.
Parade itu menampilkan seni tradisi, pusaka, dan diskusi kebudayaan internasional. Pesertanya berasal dari berbagai komunitas budaya dari berbagai daerah.
Selain itu, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, India, dan Vietnam akan hadir di Parade Nusantara 2026.
Kehadiran peserta internasional menunjukkan bahwa budaya Nusantara adalah komponen penting yang memiliki daya tarik universal dan relevansi di seluruh dunia.
Parade budaya Nusantara, kirab keris, pertunjukan seni tradisi, pameran budaya, dan diskusi kebudayaan lintas negara akan menjadi bagian dari program.
Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan diplomasi budaya dan meningkatkan posisi Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan dunia.
Parade Nusantara 2026, yang akan diadakan di Jeron Beteng, Yogyakarta, diharapkan akan menjadi peristiwa penting dalam pelestarian budaya dan menumbuhkan kebanggaan nasional yang kuat dengan mencapai target Rekor MURI dan skala internasional.
Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman Indonesia berakar kuat pada nilai luhur. Balham menyatakan bahwa pesan disampaikan melalui gerak, irama, dan pusaka yang diwariskan lintas generasi, bukan melalui kata-kata.
Parade Nusantara 2026 mengajak orang-orang untuk tidak hanya melihat, tetapi juga memperhatikan. Hadirlah ke Yogyakarta, rasakan budaya di Jeron Beteng, dan menjadi bagian dari sejarah ketika Nusantara berbicara kepada dunia dengan bahasa budaya, martabat, dan kebanggaan bangsa.
(Red).
