Jakarta, Intra62.com – Menurut Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI, rumah ibadah atau masjid harus menjadi tempat paling aman dan penuh kasih, bukan tempat kekerasan.
Maman menyatakan, “Masjid seharusnya menjadi tempat paling aman dan penuh kasih. Menganiaya seseorang, apalagi di lingkungan masjid, adalah tindakan tidak manusiawi dan mencederai nilai keagamaan.”
Ini dia sampaikan sebagai tanggapan atas kasus kekerasan main hakim sendiri yang membunuh seorang nelayan bernama Arjuna Tamaraya (21) di sekitar Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara.
Maman sangat sedih atas kematian korban yang dianiaya oleh sekelompok orang hanya karena ingin beristirahat di masjid itu. Dia mengatakan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan betapa nilai sosial dan keterbukaan rumah ibadah telah hilang dalam masyarakat.
Di masa lalu, pintu masjid selalu terbuka. Anak-anak belajar mengaji, orang dewasa berbicara, dan pelancong dapat beristirahat dengan aman. Dia berkata, “Sekarang kita hanya kehilangan semangat keterbukaan itu.”
Maman kemudian mendorong polisi untuk menindak para pelaku dengan tegas dan jujur agar korban dapat menerima keadilan. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah bergantung pada hakim sendiri dan untuk menyerahkan masalah kepada aparat hukum untuk diselesaikan.
Ia juga meminta pengurus masjid dan tokoh agama untuk memperkuat kembali peran sosial masjid sebagai tempat paling aman persaudaraan, kasih, dan kemanusiaan.
Baca Juga :Sahroni dan Uya Kuya Tiba di DPR Hadiri Sidang Putusan MKD.
(Red).
