Jakarta, Intra62.com – Gibran gagal masuk Bacawapres tentang batas umur bagi Cawapres telah diketok palu harus berusia 40 tahun sesuai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
Ada beberapa Partai mengusulkan batas usia diturunkan jadi 35 tahun capres dan cawapres dimana putusan MK, membuat Gibran gagal masuk Bacawapres.
Populerlitas Gibran Walikota Solo Raya meningkat setelah Prabowa Capres dari Koalisi Maju Indonesia (KMI) meminta jadi cawapresnya.
Ketenaran Putra Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang juga Walikota Solo Raya di dalam pecaturan politik untuk di jadikan Cawapres membuat Gibran lebih populer dibandingkan nama kandidat lainnya.
Baca Juga : MK Menolak Permohonan Penetapan Batasan Usia Pemilu
Nasib Gibran setelah putusan Mahkamah Konsistusi yang tetap mengacu tentang usia capres dan cawapres pada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD45).
Pada kesempatan ini Humas DPP AWDI Achmad Syarip mengungkpkan ” Gibran sangat beruntung bila dilihat dari kepopulernya dalam rana poltiknya dan sangat bermanfaat untuk menuju Pilkada Gubenur Jakarta tahun 2024″.
Ganjar dan Prabowo sekarang ini sedang mencari kandidat yang pas untuk mendamping jadi Cawapres dan Prabowo hanya punya pilihan Ridwan Kamil, Erlangga, Agus Harimurti atau Erik Tohir,
Bergabungnya Golkar di Koalisi Indonesia Maju yang pasti menuntut kadernya bisa menjadi cawapres Prabowo begitupun Partai Demokrat.
Melihat kondisi Gibran yang umurnya tidak bisa di calonkan jadi cawapres, ini akan menguras pikiran Prabowo untuk segera memilih Cawapres dari Partai Golkar atau Partai Demokrat.
Banyak mulai di isukan bila Prabowo bisa menjadi Cawapres Ganjar untuk Pilres 2024 atau sebaliknya Ganjar menjadi Cawapres Prabowo.
Panggung Politik mulai panas dimana Partai-Partai Pendukung dalam Koalisi berharap kadernya bisa menjadi cawapres mendamping Capres Ganjar atau Prabowo.
Kedewasaan politik dan demokrasi sangatlah penting untuk masyarakat indonesia khususnya generasi muda dan para remaja pemula pemilih mensukseskan pesta demokrasi untuk kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.(Red)
