Jakarta, Intra62.com – Fokus utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) adalah mengantisipasi mencegah radikalisasi yang sedang terjadi di ruang digital.
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono menyatakan dalam acara Penguatan Kampus Kebangsaan di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/10), bahwa radikalisasi di ruang siber menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya pencegahan terorisme di Indonesia.
Untuk alasan ini, ia menekankan betapa pentingnya menjaga lingkungan kampus bebas dari ideologi radikal, baik secara konvensional maupun di internet.
BNPT berkomitmen untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk memperkuat pertahanan generasi muda terhadap penyebaran ideologi radikal di era teknologi. BNPT juga menegaskan bahwa institusi pendidikan berperan penting dalam membangun kesadaran nasional dalam era teknologi.
Oleh karena itu, BNPT bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk meningkatkan pendidikan dan literasi nasional untuk mencegah penyebaran ideologi radikal terorisme. Ini dilakukan melalui kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan.
Prof. Nizar, Rektor UIN Walisongo Semarang, juga menyatakan dukungannya terhadap upaya BNPT untuk meningkatkan literasi kebangsaan mahasiswa.
Salah satu program prioritas BNPT adalah Kampus Kebangsaan untuk mencegah penyebaran ideologi radikal dan terorisme di universitas.
Tujuan program adalah untuk meningkatkan ketahanan publik, terutama mahasiswa, untuk mencegah radikalisasi dan menangkal ideologi kekerasan.
Baca Juga : Apple Akan Mengurangi Produksi iPhone Air Hingga Satu Juta Unit.
( Red ).
