Jakarta , Intra62.com . DPP AWDI ,Balham Wadja SH : Dirgahayu RI ke 78 MERDEKA jadikan momentum politik ” No black campaign” . Pidato Politik dari Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) disampaikan dengan penuh semangat oleh sekjend , 16/8/2023 , dalam menyambut HUT RI ke 78 di kantor DPP AWDI .
Kemerdekaan yang diraih melalui darah , air mata dari pejuang yang cukup panjang , melelahkan oleh Anak bangsa harus menjadi perspektif . Hal ini dilakukan dalam menggapai cita-cita Republik ke depan , ” ujar Balham Wadja SH . Merdeka atau Mati adalah semboyan yang selalu di dada para pejuang kemerdekaan saat itu.
Kemerdekaan yang di raih bukan hadiah dari Jepang ataupun Belanda , tapi di raih dengan perjuangan yang luar biasa dan penuh penderitaan . Dan atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa pada tanggal 17 Agustus 1945 , Soerkarno Hatta membaca Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI , ” ungkap sekjend dalam Pidato politiknya .
Baca juga : Suhu politik naik , B wadja SH Sekjend DPP AWDI serukan Stop saling bully kepada Bakal Capres
Lebih lanjut disampaikan oleh Balham wadja SH , dalam konteks bernegara hendaknya pemimpin dan pejabat negara mengutamakan Kepentingan nasional . Memberikan contoh aktualisasi nilai-nilai pancasila dan menerapkan UUD 1945 secaara konsekwen .
Aktualisasi nilai-nilai ini tercermin dari perilaku politik masing-masing pejabat . Apakah pejabat dan pemimpin menjadi pengayom rakyat atau menjadi ” penjajah ‘ baru . Mestinya tugas pemimpin setelah Negara Republik Indonesia Merdeka adalah mengisi Kemerdekaan dengan kebersamaan dalam berkeadilan hukum dan meningkatkan kesejahteraan.
Menilisik dalam mengisi kemerdekaan , DPP Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) selalu konsisten . Dan semangat dalam ikut mengawal sebagai agent of control kebijakan pemerintah . Salah satu Asosiasi Wartawan yang ikut dalam membuat UU Pokok pers menjadi garda terdepan dalam menjadi salah satu pilar ke empat demokrasi .
Dalam ikut mengawal pesta demokrasi , menjelang pilpres 2024 para kontestan dan peserta pemilu diharapkan tidak saling bully , fitnah dan adu domba . Politik adu domba warisan penjajah Belanda hendaknya di buang jauh-jauh, ” jelas Balham. ( red )
