Jakarta, Intra62.com –
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membayar biaya pengobatan korban longsoran sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan di Balai Kota, Senin, bahwa biaya pengobatan bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah DKI Jakarta.
Pramono juga memastikan bahwa korban yang meninggal dari Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di bawah Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sampai saat ini, empat orang telah meninggal dunia: dua sopir, satu pedagang berusia 60 tahun berjenis kelamin perempuan, dan seorang pemulung berjenis kelamin perempuan.
Dua pria dan dua wanita. Tempat ibu jualan itu agak jauh dari sampahnya. Namun, ibu tersebut akhirnya terkena dampak longsor. Pramono menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta pasti berduka atas hal ini.
Dalam kejadian longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta sebelumnya mengumumkan jumlah korban tewas menjadi empat orang.
Data korban longsoran di TPST Bantargebang berikut:
Data korban masih tersedia.
1. Setiabudi (L)
2. Johan (L)
Data korban meninggal dunia
1. Enda Widayanti (P, 25) (pemilik warung)
2. Sumine (P, 60) (pemilik warung)
3. Dedi Sutrisno (L) (sopir truk)
4. Irwan Suprihatin (L) (sopir truk).
Selain itu, Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa diduga masih ada korban lain yang belum ditemukan, serta beberapa truk sampah yang tertimbun material longsor.
Baca Juga : Di tengah konflik Iran-Israel, Pramono pastikan stok pangan DKI aman.
(Red).
