Jakarta, Intra62.com – Pada hari Kamis, jalan nasional Padang-Padang Panjang, khususnya di gerbang Kota Padang Panjang, Tanah Datar, dan Jembatan Kembar menuju Lembah Anai, ditimbun oleh galodo atau material banjir bandang yang membawa tanah, lumpur, dan bebatuan.
Seorang Plt Kepala BPBD Padang Panjang, Noviyati, mengatakan bahwa pada Kamis siang, badan jalan nasional yang berfungsi sebagai pintu gerbang ke Kota Padang Panjang dan Lembah Anai di wilayah Kabupaten Tanah Datar, ditimbun.
Jalur itu tidak dapat dilintasi karena tanah, lumpur, bebatuan, dan batang pohon dibawa ke sana.
Gerbang Padang Panjang dan Jembatan Kembar di sekitarnya adalah ciri khas Lembah Anai.
Menurut BPBD Padang Panjang, warga yang berada di lokasi longsor di evakuasi ke lokasi yang lebih aman dengan bantuan polisi, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Basarnas.
Pendataan warga yang terdampak, terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di pinggir jalan di belakang mushala yang ada di daerah itu, masih dilakukan oleh BPBD setempat.
Noviyati menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan tentang kemungkinan korban dari insiden tersebut. Banjir bandang itu diduga menewaskan orang. “Kami masih melakukan penanganan,” katanya.
Jalur Padang – Bukitinggi sekarang memiliki titik material banjir tambahan karena longsoran di Kawasan Gerbang da Jembatan Kembar Padang Panjang. Jalur sebelumnya terputus di kawasan Batang Anai.
Untuk saat ini, petugas PJR Satlantas Polda Sumbar mengimbau pengendara untuk menghindari jalan tersebut hingga kondisi jalan kembali normal.
Baca Juga : 650.000 Orang Filipina Berunjuk Menentang Skandal Korupsi Proyek Banjir.
Baca Juga : 23 Sekolah Terdampak Banjir Dicatat Oleh Dinas Pendidikan Pasaman Barat.
(Red).
