Jakarta, Intra62.com – Menurut Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, selama Nataru 2026, sebanyak 2,9 juta kendaraan akan melewati jalur tol Jakarta.
Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan, “Khusus jalur tol, kami laporkan volume lalu lintas keluar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 proyeksinya 2.915.318 kendaraan.”
Ia memperkirakan peningkatan 12,2% dari lalu lintas normal dan peningkatan 0,9% dari lalu lintas selama Nataru 2024.
“Jadi, masih bisa kami kendalikan apakah parameternya nanti harus kami contra flow (lawan arus) atau one way (satu jalur),” katanya.
Di antara jumlah kendaraan tersebut, sebanyak 880.678 kendaraan diproyeksikan melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa ke arah barat, sebanyak 690.952 kendaraan diproyeksikan melalui GT Cikampek Utama ke arah timur, dan sebanyak 672.457 kendaraan diproyeksikan melalui GT Kalihurip Utama ke arah selatan.
Selain itu, diperkirakan 1.363.409 mobil melewati KM 66 Cikampek.
Agus menyatakan bahwa penghitungan lalu lintas ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol, termasuk beban di arteri ketika nanti kita lakukan satu arah. Antara tol dan arteri ini harus seimbang sehingga cara bertindaknya harus ada perhitungan dengan parameternya.
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa diperkirakan 2,8 juta kendaraan akan kembali ke Jakarta sebagai bagian dari arus balik.
Jumlah ini lebih rendah karena kendaraan diperkirakan kembali ke Jakarta lebih awal setelah Nataru.
Fokus Korlantas pada arus balik adalah jalur tol dan lalu lintas di tempat wisata.
Jika hal itu terjadi di Jakarta, mungkin di Ancol juga akan terjadi massa. Dia mengatakan, “Kami sudah memprediksikan bahwa kamseltibcarlantas yang ada di jalan tol sesuai dengan hitungan lalu lintas dan parameternya.”
Baca Juga : Di Tagih Samapi Kerumah Jika Penunggak Pajak Kendaraan.
(Red).
