• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Banjir Bandang Dan Longsor di Ijen Bondowoso

    ByNAS

    Feb 15, 2023

    Jakarta, INTRA62.com – Banjir Bandang melanda Perum Perhutani KPH Bondowoso, penyebab banjir bandang yang merendam dua desa di Kecamatan Ijen tersebut akibat longsor di hulu sungai. Sehingga air dari dataran tinggi itu meluap dan menerjang permukiman penduduk.

    Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Andi Adrian Hidayat menerangkan, sebelum banjir menerjang Desa Kalisat dan Sempol di lereng Gunung Ijen. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (11/2/2023) hingga Minggu (12/2/2023).

    Menyebabkan terjadinya longsor pada kawasan hutan alam sekunder (HAS) jenis tanaman rimba alam di petak 99A RPH dataran Ijen BKPH Sukosari.

    “Berdasarkan pantauan kami menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Ada 14 titik longsor di hulu sungai yang mengalir ke permukiman penduduk Desa Sempol dan Kalisat,” ujar Andi pada Rabu (15/2/2023).

    Berawal dari adanya belasan longsoran di hulu sungai itu, kata dia, sehingga mengakibatkan genangan air melimpah dan tidak dapat terbendung. Akhirnya terjadi banjir bandang akibat melubernya ke permukiman penduduk dan jalan di lereng Gunung Ijen itu.

    “Selain itu, juga karena kapasitas sungai dan drainase di hilir tidak dapat menampung aliran banjir yang datangnya secara tiba-tiba dari hulu,” kata Andi.

    Dia juga mengklaim bahwa kawasan hutan petak 99A. Kondisi tanaman rimba alamnya sangat baik dan rapat serta tidak ada penggarapan oleh masyarakat sekitar.

    “Kami pastikan bahwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ijen murni karena adanya tanah longsor beberapa titik di hulu sungai,” kataucapnya.

    Kondisi Gunung Suket Pasca Banjir Bandang

    Potret warga melakukan pembersihan material lumpur dan kayu akibat banjir bandang
    Potret warga melakukan pembersihan material lumpur dan kayu akibat banjir bandang (intra62.com/N.A)

    Andi menambahkan, di Gunung Suket kondisinya juga sudah bagus dan tidak ada bukaan (tidak gundul). Di area seluas 75 hektare itu juga terdapat tanaman rimba campur dan di hutan produksi terdapat pohon pinus.

    “Di Gunung Suket sekarang sudah tidak ada lagi tanaman hortikultura karena kami sudah tidak memberikan izin,” tuturnya.

    Sebelum terjadi banjir bandang menerjang permukiman penduduk yang berada disekitar Desa Sempol dan Kalisat. Itu terjadi hujan deras dan kemudian tiba-tiba air bercampur lumpur dan pasir serta ranting maupun dahan kayu menerjang rumah warga. (red)

    BACA JUGA: Banjir Rendam 130 Rumah di Kabupaten Bekasi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *