Jakarta, Intra62.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab kritikan Calon presiden nomor satu, Anies Baswedan, mengenai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Airlangga Hartarto pemerintah mengalokasikan anggaran untuk IKN dalam APBN. “Pemerintah sudah menyiapkan anggarannya dalam APBN,” kata Airlangga, Rabu (29/11/2023) di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Ketua Umum (Ketum) Golkar Singgung Koalisi Besar
Airlangga tak menyikapi kritikan Anies. Dia segera masuk ke mobilnya dan meninggalkan istana negara.
Kritik Anies

Sebelumnya, kritik Anies terhadap IKN diungkapkan dalam acara dialog publik Muhammadiyah di UMS Surakarta, Rabu (22/11/2023). Anies ditanya oleh panelis pada acara tersebut apakah perkembangan IKN menjanjikan bagi Indonesia.
Anis menjawab, tujuan membangun kota baru tidak menciptakan kesetaraan baru. Menurutnya, pembangunan kota baru hanya membawa ketimpangan dibandingkan wilayah sekitarnya.
“IKN, saya baru menanggapi pernyataan ini. Jika tujuan pembangunan kota baru dan ibu kota baru adalah untuk kesetaraan, maka hal tersebut tidak akan mengarah pada kesetaraan baru. Mengapa? Karena akan melahirkan kota-kota baru yang tidak setara dengan daerah sekitarnya,” jawab Anies.
Anies mengatakan, jika tujuan IKN adalah untuk menyeimbangkan pembangunan Indonesia, maka perlu adanya transformasi kota-kota kecil di Indonesia menjadi kota-kota menengah dan besar. Menurutnya, pengembangan IKN juga bermasalah karena tindakan pemerintah tidak relevan dengan tujuannya.
“Entah tujuannya untuk menjadikan Indonesia setara atau tidak, jika ingin menjadikan Indonesia setara, sebaiknya lakukan. Bangun kota-kota kecil menjadi kota-kota menengah, dan kota-kota menengah jadi besar di seluruh Indonesia. Kita tidak hanya akan membangunnya satu kota di tengah hutan,” ujarnya.
“Dengan membangun kota di tengah hutan justru menimbulkan kesenjangan baru. Oleh karena itu, tujuan dan langkah yang diambil tidak relevan. Tujuan kita Indonesia setara, jadi tidak ada masalah di sini. Ternyata ada, dan hal ini perlu dipertimbangkan secara serius. Indonesia yang merata, argumennya sama, namun menurut kami, langkah yang diambil bukanlah membangun kota, namun memperluas seluruh kota di Indonesia,” pungkasnya. (red/intra62)
