Denpasar , Intra62.com . Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa pelaksanaan 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 . Di Perairan Tanjung Benoa, Bali, Minggu akan meningkatkan kepercayaan antarnegara di kawasan Asia-Pasifik.
Di Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu, AHY menyatakan, Tentu kita berharap hadirnya Kepala Staf Angkatan Laut atau para pemimpin termasuk para duta besar atase pertahanan dari 37 negara akan menumbuhkan kepercayaan .
Dan kepercayaan antara negara-negara di dunia terutama di Indo-Pasifik . Karena Angkatan Laut selain bertugas untuk berperang, juga menjalankan tugas selain perang.”
AHY, didampingi oleh Teuku Riefky Harsa, Menteri Ekonomi Kreatif, dan para petinggi Angkatan Laut Republik Indonesia. Menyatakan bahwa tema Kerja Sama Laut untuk Perdamaian dan Stabilitas sangat relevan sebagai tanggapan terhadap kemajuan yang terjadi di bidang maritim saat ini.
Dia berharap Multilateral Naval Exercise Komodo ini dapat menyelesaikan masalah dan tantangan kemanusiaan saat ini.
Lanjut AHY menambahkan, “Dengan skenario menghadirkan bantuan atau operasi kemanusiaan . Dan penanggung bencana misalnya, negara-negara bisa bersatu, bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan perdamaian . Serta stabilitas di kawasan di tengah situasi geopolitik yang kita ikuti setiap hari di dunia.”
Dia berterima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang telah memperkuat hubungan persahabatan . Untuk memastikan kawasan maritim yang aman dan stabil antarnegara.
Membangun kapasitas lautnya dan maritimnya adalah sesuatu yang penting bagi Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dia menyatakan, “Kami sendiri memiliki relevansi, terutama bagaimana membangun armada laut yang kuat juga membutuhkan infrastruktur kelautan.”
Dia menegaskan bahwa latihan militer multinasional Komodo adalah contoh yang baik tentang bagaimana negara-negara menunjukkan kemampuan militer mereka. Tetapi juga dapat menunjukkan kepada dunia bahwa semua pihak dapat fokus pada tujuan yang mulia yang berfokus pada kolaborasi dan sinergitas.
Baca juga : Menteri AHY ungkap dua kasus mafia tanah senilai Rp3,6 triliun
