• Sun. Apr 19th, 2026

BMKG Memasang Perangkat Navigasi Kapal Untuk Mengidentifikasi Tsunami di Sumbar.

ByBunga Lestari

Apr 13, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk membantu penyeberangan kapal dan mengonfirmasi kehadiran gelombang tsunami di wilayah pesisir Sumatera Barat (Sumbar), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang radar frekuensi tinggi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi, saat dihubungi di Kota Padang, Senin, menyatakan bahwa radar frekuensi tinggi ini bermanfaat untuk mengkonfirmasi kehadiran tsunami selain untuk navigasi penyeberangan laut.

Menurut Suadi, alat tersebut ditempatkan di dua lokasi: di dekat Masjid Al Hakim Kota Padang dan di sekitar Taman Anas Malik Kota Pariaman. Alat ini sangat penting karena dapat membantu navigasi kapal yang akan pergi dari Kota Padang ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.

BMKG saat ini menggunakan pintu tsunami seperti pintu ketat, tetapi mereka masih kesulitan untuk memastikan apakah gelombang akan tiba di pantai. Sekarang, dengan memasang radar frekuensi tinggi, BMKG dapat memverifikasi sumber datangnya gelombang tsunami dengan lebih baik daripada metode sebelumnya.

Sebagai ilustrasi, high-frequency radar di Kota Padang dapat mendeteksi gelombang tsunami dari jarak 140 kilometer, sementara sumber megathrust, atau tsunami megathrust, di Kabupaten Kepulauan Mentawai berada di jarak 200 kilometer.

 

Dia menyatakan, “Jadi, gelombang tinggi itu bisa dipantau lebih cepat daripada menggunakan pintu tsunami.”

Pemangku kepentingan dapat melakukan tindakan antisipasi dan penyelamatan yang lebih cepat jika terjadi tsunami dengan menggunakan radar frekuensi tinggi.

Karena BMKG harus menyelesaikan beberapa tugas, terutama yang berkaitan dengan pengaturan frekuensi, kedua perangkat tersebut saat ini tidak dapat digunakan. Targetnya adalah alat deteksi dini ini dapat digunakan secara penuh pada Mei 2026.

Ada kemungkinan bahwa Kota Padang akan terkena dampak langsung dari tsunami megathrust, yang menjadi alasan pemasangan radar frekuensi tinggi di kota tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah tindakan antisipasi untuk mengurangi efek negatif yang mungkin terjadi.

Dia menyatakan bahwa, dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat, Kota Padang memiliki potensi ancaman megathrust yang lebih besar.

Menurut BMKG, sekitar 500 ribu orang tinggal di sekitar garis pantai Pulau Sumatera. Untuk mengurangi dampak kebencanaan, alat pendeteksi dini gelombang tsunami sangat dibutuhkan.

Baca Juga : BMKG: 5 April di Balikpapan Waspada Pasang Laut 2,9 Meter.

Baca Juga : BMKG: Musim Kemarau di Sumsel Akan Dimulai Pada Mei 2026 dan Akan Mencapai Puncaknya Dari Juli Hingga Agustus.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/