Jakarta, Intra62.com –
Menurut Ismail, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, trafik layanan telekomunikasi diproyeksikan meningkat hingga 40% selama libur Lebaran 2026.
Ini (libur Lebaran 2026) berlangsung selama sekitar dua minggu. Dalam acara pelepasan anggota satuan tugas posko pemantauan telekomunikasi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Jakarta Pusat, Jumat, dia menyatakan bahwa implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi, yang diperkirakan dalam laporan sekitar 30-40 persen.
Rekomendasi pemerintah untuk menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) untuk karyawan juga diperkirakan berkontribusi pada peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026.
Pemerintah dan operator seluler bekerja sama untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Satuan tugas ditugaskan untuk menyediakan layanan kepada masyarakat di posko khusus pemantauan layanan telekomunikasi yang beroperasi dari 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Ismail menyatakan bahwa antisipasi ini telah dipenuhi dengan baik oleh semua orang karena teman-teman operator seluler telah menyiapkan rencana pengganti untuk menambahkan jaringan di daerah-daerah yang rawan penumpukan orang.
Ismail menyatakan bahwa penguatan jaringan 4G dan 5G adalah bagian dari upaya untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026.
Dia menambahkan, “Jadi 4G dan 5G ini tetap dikombinasikan. Jadi, walaupun menghadirkan 5G, 4G tetap ada menjadi baseline. Khususnya pada Lebaran ini, karena diperkirakan akan ada lonjakan trafik tadi.”
Pemerintah juga meningkatkan pengawasan spektrum frekuensi radio untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pelayanan telekomunikasi.
Semasa libur Lebaran 2026, Kemkomdigi juga mengerahkan 35 Unit Pelaksana Teknis ke Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio untuk memantau layanan telekomunikasi yang diberikan oleh operator seluler.
Baca Juga : Menurut IDC, Kelangkaan Memori Akan Terus Meningkat Hingga Tahun 2027
Baca Juga : Gojek Menjelaskan Alasan Lonjakan Permintaan di Wilayah Jakarta
(Red).
