Jakarta, Intra62.com – Muhammad Rahul, anggota Komisi III DPR RI, meminta agar tidak ada orang yang membuat cerita palsu tentang anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan anggaran telah disetujui oleh semua fraksi partai politik dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Dia menyatakan bahwa tudingan bahwa dana pendidikan telah dipotong untuk membiayai program tersebut tidak benar. Dia menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh fraksi di DPR RI bekerja sama untuk membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk pembagian anggaran pendidikan dan program MBG, secara kolektif.
Di Jakarta, Rabu, Rahul menyatakan, “Penetapan anggaran pendidikan nasional beserta rinciannya merupakan hasil musyawarah bersama antara Pemerintah dan seluruh fraksi di DPR RI. Tidak tepat jika ada narasi yang seolah-olah hanya satu pihak yang mengambil keputusan.”
Dia menyatakan bahwa kebijakan MBG Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak Indonesia.
Dengan demikian, dia berpendapat bahwa perdebatan tentang anggaran MBG tidak perlu menjadi masalah politik yang dapat menimbulkan ketidakpuasan publik. Dia menegaskan bahwa tujuan utama dari program harus menjadi transparan, tepat sasaran, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak Indonesia.
Dia menyatakan, “Mari kita kawal bersama jika program ini untuk kepentingan rakyat. Jangan membangun narasi yang membuat masyarakat ragu terhadap program untuk generasi bangsa.”
Selain itu, dia menekankan bahwa pelaksanaan MBG harus melibatkan pelaku usaha lokal sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk menjaga keakuratan informasi publik dan memastikan bahwa setiap kebijakan negara tetap menguntungkan rakyat.
Baca Juga : Rapat BPUPel, Prabowo diminta DPR untuk Meminta Perlindungan Warga Palestina.
Baca Juga : DPR meminta BPJS Kesehatan Secara Aktif Memberikan Informasi Tentang Penonaktifan Peserta.
(RED).
