Jakarta, Intra62.com –
Pada hari Senin (2/3), Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa enam personel militer AS tewas dalam serangan terhadap Iran.
Sampai 2 Maret pukul 16.00 ET (atau Selasa (3/3) pukul 04.00 WIB), enam anggota militer Amerika Serikat tewas dalam tugas. CENTCOM AS mengumumkan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa pasukan AS baru-baru ini menemukan jenazah dua personel militer yang sebelumnya hilang dari sebuah fasilitas yang terkena serangan awal Iran di kawasan tersebut.
Pada hari Senin yang sama, CENTCOM AS mengumumkan dalam unggahan lain bahwa pasukan AS telah menenggelamkan sebelas kapal angkatan laut Iran yang beroperasi di Teluk Oman.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan udara berskala besar terhadap Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Pada Minggu (1/3), Iran mengonfirmasi bahwa serangan udara sehari sebelumnya membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pada Senin, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kampanye militer terhadap Iran dapat berlangsung hingga empat hingga lima pekan.
Mereka yang berasal dari Partai Demokrat di Kongres AS mengecam serangan militer tersebut karena tidak ada ancaman yang mendesak dan serangan itu tidak diizinkan oleh Kongres.
Anggota terkemuka Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Hakeem Jeffries menyatakan kesedihan yang mendalam atas kematian sejumlah personel militer di Timur Tengah dalam sebuah unggahan di X pada Minggu.
Jeffries menyatakan, “Tidak boleh ada lagi pahlawan Amerika yang kehilangan nyawa karena keputusan gegabah untuk berperang. Kongres harus bertindak pekan ini untuk mengendalikan Presiden.”
Baca Juga : Mesir dan Irak menyerukan deeskalasi regional untuk mencegah kehancuran Timur Tengah.
Baca Juga : BGN: Untuk evaluasi Program MBG, SPPG Dihentikan Sementara.
(Red).
