Jakarta, Intra62.com – Kepolisian menyatakan bahwa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang hilang setiap hari menjadi hambatan dalam pencarian anak hilang berusia enam tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho.
Di Jakarta, Kamis, Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam memberi tahu wartawan bahwa meskipun CCTV Yang Hilang belum ada, mereka dihapus setiap hari dan tidak disimpan.
Selain itu, dia berduka atas laporan keluarga tentang kehilangan Alvaro yang tidak tepat pada hari kejadian.
Polisi kemudian mengumpulkan data dari keluarga, saksi, sekolah, dan Instagram dan saluran aduan Kapolsek.
Hasilnya adalah Batam, Kepulauan Riau, dan Cilegon, Banten.
Seala menyatakan, “Kami selalu dalami, tetapi belum mencapai hasil.”
Sejak Maret 2025, Polsek Pesanggrahan telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan untuk mencari Alvaro yang hilang.
Alvaro telah hilang selama kurang lebih delapan bulan. Dia dinyatakan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025.
Meskipun demikian, kakek korban Tugimin (71) percaya bahwa Alvaro diculik oleh orang yang mengaku ayahnya.
Tugimin mendapatkan informasi tentang dugaan penculikan itu dari marbut atau penjaga Masjid Al-Muflihun, tempat Alvaro terakhir terlihat.
Sebelum itu, Alvaro meminta izin untuk melakukan shalat Maghrib di masjid yang terletak di dekat rumahnya di daerah Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Namun, Alvaro tidak pulang selepas shalat Maghrib. Keluarganya langsung mencari keberadaan dia, dan temannya mengatakan dia tidak bersamanya saat shalat.
Keluarga kemudian memilih untuk melapor ke polisi.
Ciri-ciri terakhir Alvaro adalah memakai kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Alvaro bertubuh kurus, kulit gelap, dan rambut cepak, dan dia memiliki rambut hitam di kepalanya.
Baca Juga :Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Dan Penculikan Istri Pegawai KPP Pratama
(Red).
