• Thu. Jun 4th, 2026

Potret Djakarta Fair dari Pasar Gambir hingga Kemayoran . 

ByAF

Jun 22, 2024
Potret Djakarta Fair dari Pasar Gambir hingga Kemayoran . 

Jakarta , Intra62.com . Potret Djakarta Fair dari Pasar Gambir hingga Kemayoran .  Pameran Jakarta Fair Kemayoran kembali berlangsung untuk ke-55 kalinya tahun ini. Selama tiga generasi, acara tahunan ini telah berkembang dari pesta rakyat menjadi pameran terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara.

Bagi masyarakat Betawi dan perantau di Ibu Kota Jakarta, Djakarta Fair (DF), atau DF sebelumnya, adalah acara tahunan yang ditunggu-tunggu.

Djakarta Fair didirikan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada saat itu, menggabungkan konsep Pasar Gambir dengan pameran produk industri.

Pasar Gambir sendiri sudah ada sejak 1906, ketika menyambut ulang tahun Ratu Wilhelmina pada pertengahan Agustus hingga pertengahan September, diadakan pameran berbagai produk. Pasar Gambir selalu merayakan pembukaan dan penutupan dengan pesta kembang api.

Pada akhirnya, Bang Ali memikirkan untuk mengadakan kembali acara besar tahunan, Pasar Gambir, untuk menyambut ulang tahun Kota Jakarta, Djakarta Fair.

Baca juga : Jakarta Tetap Masih Kota Terpolusi Di Dunia Per Selasa Ini

Menurut Henni (62), warga Kelurahan Kebon Sirih, dia sering mengunjungi DF sejak lokasinya masih di Kawasan Monas, bersebelahan dengan Taman Ria. Saat itu, Taman Ria juga menjadi pusat hiburan malam di Jakarta dengan wahana seperti roller coaster, bianglala, komidi putar, dan tong setan dari Medan.

Hennni, yang saat itu masih duduk di bangku SD, bercerita tentang pengalamannya dengan DF bersama ibu dan adik perempuannya. Sejak lama, gemerlap lampu malam dan berbagai gerai makanan telah menjadi daya tarik DF.

Selain toko makanan dan barang rumah tangga, ada juga pameran dari sejumlah kedutaan besar sahabat. Pameran tersebut menampilkan seni dan budaya, makanan khas, dan souvenir.

Seperti yang saya ingat, Jepang, Rusia, dan Pakistan memiliki kedutaan besar yang mempromosikan budaya negara mereka. Henni mengatakan bahwa pada saat itu ibunya membeli tasbih yang dibuat di Pakistan.

Mobil listrik sedang digemari

Jika di Djakarta Fair tahun 1970-an, berbagai perusahaan televisi saling pamer kehebatan merek mereka. Pengunjung saat ini tertarik pada kendaraan listrik.

Ini tampaknya sesuai dengan tema Jakarta Fair 2024, yang mengusung tema “Jakarta Fair Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bersaing di Pasar Dunia”.  Dan subtema acara, “Galakkan Inovasi, Industrialisasi, dan Kreativitas Maksimal,” berlangsung mulai 12 Juni hingga 14 Juli 2024.

Ini disebabkan oleh pertumbuhan industri kendaraan listrik di tengah upaya pemerintah . Untuk mengurangi emisi karbon melalui penggunaan kendaraan listrik yang lebih besar, terutama di ibu kota negara.

Selain itu, perusahaan otomotif menganggap Jakarta Fair telah berubah menjadi peluang bagi orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat.  Agar mendapatkan kendaraan listrik, daripada sebuah pameran dengan pembeli yang mengincar mobil seharga Rp200 jutaan.

Pasar rakyat yang dulunya merayakan HUT Jakarta kini menjadi acara tahunan terbesar di ibu kota yang menarik wisatawan lokal dan asing.

Selama bertahun-tahun, Jakarta Fair telah mendorong pertumbuhan ekonomi kota dan tetap menjadi provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia.

Meskipun Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota, Jakarta Fair tetap menjadi bagian dari peringatan HUT Kota Jakarta setiap 21 Juni.n ( redx)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/