Jakarta, Intra62.com – Seorang penjual semangka dibunuh secara brutal di Karamat Jati, Jakarta Timur, dengan cara disiram air keras dan dibacok. Pedagang sekitar mengatakan mereka takut ketika mencoba membantu korban.
Minggu lalu (7/1/2024), terjadi pembunuhan sadis di pasar induk Kramat Jati. Salah satu pedagang bernama Lemu, 50 tahun, mengaku mendengar teriakan minta tolong korban.
“Yang saya tahu kejadiannya sekitar pukul 23.30 WIB. Saya juga terkejut. Saya duduk di belakang, sudah terdengar suara ‘tolong’,” kata Lemu kepada wartawan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga: Juragan Grosir Mainan Dan Sembako, Tewas Dibunuh. Siapa Pelakunya?

Ia menyatakan, saat pembunuhan ia melihat asap setelah pelaku menyiramkan cairan keras ke korban. Lemu takut menolong korban karena matanya pedih ada asap yang dari air keras.
“Saat saya berlari ke jalan, ke belakang, itu asap udah banyak. Nggak tahunya itu asapnya tuh aromanya nyengat banget. Ternyata itu tuh asap dari air keras. Saya juga mau nolong, tapi takut asapnya asapnya terkena mata saya,” katanya.
Lemu mengatakan selain korban, ada orang lain yang disiram air keras. Setelah asap hilang, ia bersama pedagang lainnya membantu korban yang kondisinya sudah memprihatinkan. Lemu menyebut korban melambai minta tolong. Ia juga menerangkan, kondisi korban saat ini kritis.
“Ada banyak darah. Dari tangannya. Yang paling parah adalah lengannya. Kasihan. Wajahnya yang terkena air keras. Wah itu keadaannya udah bener-bener parah. Mata sama muka itu udah kena. Yang paling parah itu emang wajahnya. Di tambah lagi kena sabetan celurit itu lengan sama kaki,” sambungnya.
Seperti Lemu, Rojali, 39 tahun seorang pekerja pasar, bergegas ke lokasi kejadian setelah mendengar kabar terjadinya kerusuhan. Dia tidak pernah menyangka temannya menjadi korban pembunuhan.
“Saya terkejut, tidak menduga korbannya, itu kawan saya. Dia berasal dari Semarang dan sudah tinggal di sini sejak kecil. Kejadianya itu terjadi pada jam 12 atau 1 Benar-benar sepi. Mana lagi hujan,” tuturnya.
Rojali merupakan salah satu orang yang membawa korban ke dalam mobil sebelum membawanya ke rumah sakit. Ia mengatakan, tubuh korban mengalami luka serius.
“(Kondisi korban) sedang duduk, tangannya sudah terbungkus baju. Beberapa orang takut untuk membantu,” pungkasnya.
