Jakarta, Intra62.com – TNI Evaluasi Acara HUT Setelah Dua Prajurit Meninggal Dunia. Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi perayaan HUT ke-80 TNI tahun ini . Karena dua prajurit telah meninggal selama acara tersebut.
Saat ditemui pada Selasa di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Tandyo mengatakan, “Kita akan evaluasi acara HUT TNI.”
Tandyo juga tidak menjelaskan apa yang akan dinilai dari rangkaian acara tersebut.
Dia hanya mengatakan bahwa evaluasi itu dilakukan untuk memastikan bahwa perayaan serupa dapat berlangsung dengan aman tanpa mengorbankan orang.
Sebelumnya, seorang prajurit TNI Angkatan Laut, Praka Marinir Zaenal Mutaqim, meninggal dunia akibat kecelakaan saat prosesi terjun payung di gelaran sailing pass. Atau parade armada laut, yang diadakan TNI AL di Teluk Jakarta pada Kamis (2/10).
Baca Juga : KPK Memanggil Dirut Perusahaan Asuransi Bank Dalam Kasus Mesin EDC
Zainal terlibat dalam kelompok terjun payung yang melakukan simulasi perang untuk merayakan HUT ke-80 TNI.
Prajurit Satu Johari Alfarizi dari Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Kostrad) meninggal dunia setelah jatuh dari tank TNI AD beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu (4/10).
Menurut Pangkostrad Letjen TNI Mohamad Fadjar, Johari berada di atas tank yang dibawa oleh kendaraan transporter pada saat itu. Untuk acara puncak HUT TNI pada Minggu, 5 Oktober, tank itu akan dipindahkan ke area Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.
Saat tank dipindah, Johari jatuh dari atasnya di sekitar area Monas. Dia jatuh dari ketinggian sekitar empat meter dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan patah tulang.
Johari sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi dia meninggal dalam perjalanan ke sana.
Baca Juga : Saat HUT TNI besok, Tugu Monas ditutup sementara untuk wisatawan.
( Red ).
