Jakarta, Intra62.com – Untuk membantu menangani bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial setempat mengirimkan tim relawan Taruna Siaga Bencana, juga dikenal sebagai Tagana.
Menurut M. Farhanie, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, tim yang dikirim terdiri dari sembilan personel: enam dari Tagana, seorang dari Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, dan dua dari Pramuka.
“Tim kami akan berangkat pada 9 Desember dan direncanakan berada di lokasi selama 15 hari. Mereka akan bergabung dengan Tagana lainnya di Sumatera Barat, terutama untuk bertugas di dapur umum serta memberikan layanan bimbingan psikososial,” kata Farhanie di Banjarmasin, Jumat.
Farhanie menyatakan bahwa tim relawan tidak membawa logistik untuk keberangkatan karena kendala transportasi.
Sebelum bergabung dengan tim penanganan bencana di lapangan, tim akan terbang dari Banjarmasin ke Jakarta dan Padang.
“Kawan-kawan hanya membawa diri untuk bertugas dan langsung berbaur dengan Tagana di sana. Menurutnya, tujuan kami adalah membantu pelayanan kemanusiaan sebaik mungkin.
Farhanie menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera Barat kali ini sangat luas dan signifikan.
Data BNPB menunjukkan bahwa hampir 700 orang telah meninggal, sekitar 600 orang masih dinyatakan hilang, dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari 500 ribu orang telah mengungsi.
Farhanie menyatakan, “Kalau kita lihat di televisi, kondisinya luar biasa, seperti tsunami. Ini bencana besar. Secara pribadi, saya melihat ini sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional.”
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Sosial Kalsel, bersama dengan lembaga lain di daerah, telah meminta donasi sejak 2 Desember. Tujuan pengumpulan dana adalah selesai pada 10 Desember.
Alhamdulillah, masyarakat dan berbagai pihak sangat peduli. Ada yang sudah menghubungi saya secara pribadi, dan yang lain menyampaikan bantuan langsung ke posko Dinsos. Kami juga telah diminta oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk melakukan hal yang sama, kata Farhanie.
Farhanie mengatakan bahwa mereka masih menunggu arahan dari pimpinan tentang cara memberikan donasi.
(Red).
