• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Kecemasan Bertemu Orang Baru, Normalkah?

    ByNAS

    Mar 8, 2023
    Kecemasan Bertemu Orang Baru, Normalkah?

    Jakarta, Intra62.com – Sering mengalami kecemasan bertemu orang baru. Saya juga kerap merasa gugup dan tidak percaya diri ketika tampil depan orang banyak. Apakah ini normal dan bagaimana mengatasinya?

    Menurut American Psychological Association (APA), rasa malu itu adalah tendensi atau kecenderungan untuk merasa canggung, khawatir, atau tegang terutama saat berada di lingkungan sosial oleh orang yang tidak dikenal. Orang pemalu, memiliki kekhawatiran tentang bagaimana orang lain memandang dirinya atau memiliki ketakutan dilihat secara negatif oleh orang lain.

    Baca juga: Akibat Sering Begadang, Akan Mengalami Berbagai Masalah Kesehatan

    Mengalami rasa malu, tidak nyaman, merasa gugup, khawatir jika bertemu dengan orang baru, dan tidak percaya diri terutama saat tampil depan orang banyak adalah hal yang normal. Karena umumnya dapat ditoleransi setelah melakukan pemanasan, latihan bicara sebelum presentasi, atau bersantai seiring berjalannya waktu. Kecemasan yang dialami umumnya karena orang pemalu memiliki kecenderungan untuk overthinking.

    Berbeda dengan Social Anxiety Disorder (SAD), yaitu kondisi di mana seseorang kurang dapat menoleransi keadaan tersebut. Penderita Social Anxiety Disorder hampir tidak mungkin merasa santai dalam lingkungan sosial sepanjang waktu.

    Mereka memiliki kesulitan dalam menjalani kehidupan mereka karena perasaan cemas dan takut yang berlebihan saat berinteraksi dengan orang lain. Penderita Social Anxiety Disorder percaya bahwa semua perhatian yang fokus pada mereka disertai dengan kritik terhadap kesalahan apapun yang mereka buat, sehingga membuat mereka seringkali menghindari situasi sosial.

    Jika tidak dapat menghindari, mereka akan kewalahan dan mengalami kecemasan hebat yang dapat memunculkan reaksi fisiologis seperti jantung berdebar kencang, hiperventilasi, berkeringat, mual, pusing, sakit kepala, sakit perut, dan mengakibatkan serangan panik.

    Jadi sifat malu itu sebenarnya normal. Sifat malu menjadi bermasalah ketika sifat malu mulai mengganggu kehidupan orang tersebut secara signifikan, atau ketika tercipta kondisi di mana seseorang justru menghindari apa yang seharusnya mereka lakukan seperti misal menghindari perbincangan dengan teman kerja, kesulitan berinteraksi, dan lain sebagainya.

    Kecemasan Bertemu Orang Baru dan agar sifat malu tidak menjadi bermasalah, maka mungkin dapat mengikuti tips berikut:

    Menerima diri seutuhnya

    Bersedia menerima dan menghargai diri seutuhnya akan memahami potensi dan kelemahan diri sehingga dapat membawa diri dengan baik.

    Take action

    Memiliki keberanian untuk mengejar impian dengan penuh gairah, sehingga bersedia mengembangkan diri dan menggunakan potensi untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan persoalan. Jadi pada akhirnya rasa cemas, ketakutan untuk gagal, ketakutan ditolak, dan ketakutan akan dipermalukan itu tidak seharusnya menghentikan langkah untuk mengembangkan diri. Sudah saatnya take action.

    Lepaskan beban

    Bersedia secara sengaja melepaskan semua beban emosi masa lalu, seperti kesalahan yang pernah kita lakukan, kebodohan atau kekeliruan yang mungkin membuat malu dan menyakitkan sehingga langkah menjadi lebih ringan.

    Here and now

    Fokus pada hal yang sedang kita lakukan dan fokuslah pada saat itu. Supaya kita bisa berhenti mengkritik diri sendiri di dalam kepala, yang belum tentu terjadi, karena seringkali skenario buruk akan masa depan yang menghambat langkah kita untuk maju.

    Kenali pikiran yang keliru, fokus pada fakta

    Yang membuat langkah kita terhambat adalah bukan perkataan atau kritikan orang lain tapi apa yang kita katakan pada diri sendiri.

    Bersyukur

    Bersyukurlah atas apapun yang sudah terjadi, bahkan untuk hal yang sederhana. Karena perhatian kita sebagai manusia lebih cenderung ke hal-hal negatif. Maka kita perlu secara sengaja memaksakan diri untuk mengingat hal-hal yang positif sebagai penyeimbang. Bisa mengucap syukur sebelum tidur
    atau saat bangun tidur. (red)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *