Jakarta, Intra62.com –
Penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, terutama di daerah 3T.
Menko Muhaimin Iskandar mengatakan, “Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dimana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, dan kemiskinan adalah prioritas utama.”
Dia mengatakan bahwa data DTSEN memberi pemerintah dasar yang kuat untuk memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling membutuhkan akan menerima manfaat program terlebih dahulu.
Selain itu, Menko Muhaimin Iskandar menekankan bahwa implementasi MBG harus sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, ada dua elemen penting yang langsung terkait dengan pelaksanaan program tersebut.
Pertama dan terpenting, penerima manfaat MBG harus berasal dari kelompok yang sangat miskin dan miskin.
Kedua, program ini harus dimasukkan ke dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah sehingga dianggap sebagai bantuan konsumsi dan membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Menko Muhaimin Iskandar optimistis bahwa keberhasilan program prioritas Presiden akan ditingkatkan oleh perbaikan tata kelola yang dilakukan.
Ia mengatakan bahwa niat baik, tata kelola yang tepat, dan kepemimpinan yang kuat akan sangat penting untuk memastikan bahwa program berjalan dengan baik.
Pembangunan ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MBG, kata Muhaimin Iskandar.
Dia mengatakan, “Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perilaku usaha baru dan menstabilkan harga sehingga diketahui untung dari proses MBG.”
Melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan wirausaha baru yang menjadi bagian dari rantai pasokan bahan pangan, program ini diharapkan dapat menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Baca Juga : Menkop Memperkirakan Bahwa Sekitar Empat Puluh Ribu Koperasi Merah Putih Beroperasi Pada Tahun 2026.
Baca Juga : Menko Muhaimin: Ekosistem MBG Memiliki Kemampuan Menumbuhkan Bisnis Baru.
(Red).
