• Thu. Apr 23rd, 2026

Serangan Israel saat shalat Idul Adha menunjukkan Islamofobia,” kata MUI.

ByAF

Jun 18, 2024
Serangan Israel saat shalat Idul Adha menunjukkan Islamofobia," kata MUI.

Jakarta , Intra62.com . Serangan Israel saat shalat Idul Adha menunjukkan Islamofobia,” kata MUI.

Menurut Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri Dan Kerjasama Internasional, serangan Israel terhadap umat Islam yang melakukan ibadah di Masjid Al Aqsa memiliki dasar Islamofobia.

Di Jakarta, Senin, profesor Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan, “Memperhatikan pola serangan Israel yang diarahkan kepada umat Islam yang akan dan sedang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa. Maka tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa serangan Israel itu juga mengandung motif kebencian terhadap Islam dan umat Islam (Islamofobia).”

Ia menyatakan bahwa serangan Israel disebabkan oleh kombinasi sistemik dari zionisme, rasisme, Islamofobia, dan imperialisme yang didukung oleh Amerikanisme-imperialisme.

Prof. Sudarnoto menyatakan, “Ini sungguh sangat membahayakan bagi siapapun di belahan dunia ini. Karena itu, ini adalah musuh kita bersama, musuh kemanusiaan.”

Sebagai tanggapan, Sudarnoto menyatakan bahwa terorisme yang dilakukan oleh rezim zionis Israel telah mencapai tingkat yang sangat tinggi . Dan mereka semakin tidak akan pernah mendengar atau menghormati hukum internasional.

“Serta catatan catatan penting Mahkamah Internasional (ICJ), langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan juga kesepakatan dan resolusi PBB apapun”, kata Sudarnoto.

Baca juga : Menteri Agama Ungkap Fatwa Haram MUI Mengenai Pembelian Produk Israel

Ia menyatakan bahwa tidak ada jaminan sama sekali atas keselamatan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat . Karena Israel tidak mendengarkan atau mengambil proposal terakhir untuk gencatan senjata permanen.

Prof Sudarnoto menyatakan, “Gangguan, serangan, dan genosida terus terjadi dengan jumlah korban yang terus meningkat.”

Ia menegaskan bahwa serangan Israel ini harus segera dihentikan secara efektif melalui tindakan militer. Tindakan militer harus dikombinasikan dengan tindakan politik, diplomasi, boikot ekonomi, kemanusiaan, dan tekanan publik yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Kekejaman Israel serang Jamaah

Menurut Sudarnoto, beberapa negara anggota OKI yang telah berbicara secara tegas tentang kekejaman Israel diharapkan segera berkolaborasi untuk membentuk Aliansi melawan Israel.

Sebelumnya, Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menyerang jemaah saat mereka menuju Masjid Al Aqsa pada Minggu pagi. Mereka juga menyerang mereka saat mereka keluar dari masjid dan mencegah puluhan orang lainnya masuk untuk shalat Id.

Laporan itu juga menyatakan bahwa pasukan pendudukan memasuki halaman Masjid Al Aqsa pada dini hari. Memeriksa identitas jamaah, menghentikan mereka bergerak, dan mencegah banyak pemuda masuk, memaksa mereka untuk shalat di luar pintu masjid.

Sementara itu, ribuan warga Palestina melakukan shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi di Hebron.  Bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, meskipun tentara Israel meletakkan batasan keamanan pada akses jamaah.

Menurut Ghassan Al-Rajabi, kepala Departemen Wakaf Hebron, “langkah-langkah yang diambil oleh pendudukan pada Idul Adha bertujuan untuk mencegah akses warga Palestina ke tempat-tempat suci, khususnya Masjid Ibrahimi”.

(redx)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/