• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Seorang Ibu di Jakarta Jadi Korban KDRT Anak

    ByNAS

    Feb 17, 2023
    Seorang Ibu di Jakarta Jadi Korban KDRT Anak

    Jakarta, INTRA62.com – Seorang ibu di Jakarta berinisal HP(68) terlibat kasus hukum dengan anaknya yang berinisial E(43). Kasusnya, diduga E telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa pemukulan terhadap HP yang disebabkan karena gorengan.

    “Adapun laporan itu telah teregistrasi dengan Laporan Polisi bernomor: LP/B/524/II/2023/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 15 Februari 2023,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy seperti dikutip Jumat (17/2/2023).

    Dia menjelaskan, kejadian bermula saat sang anak pulang ke rumah dan membawa gorengan. Sang ibu melihat hal itu dan meminta gorengannya. “Jangan banyak-banyak,” ucap anak mewanti ibunya, seperti ditirukan Irwandhy.

    Sang ibu mengaku hanya mengambil empat gorengan tempe. Namun demikian, jawaban itu malah membuat si anak naik pitam dan menghantam kursi plastik ke dada ibunya hingga patah dan mengakibatkan luka memar.

    “Setelah itu korban ditolong oleh saudara T dan saudara H yang biasa berada di lokasi rumah korban dan disuruh pulang ke rumahnya sementara,” ungkap Irwandhy.

    Tak disangka, insiden itu ada yang melaporkan ke pihak berwajib. Polisi melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak memanggil yang bersangkutan.

    Kepada polisi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Sang ibu pun memberi maaf kepada pelaku yang tidak lain anaknya sendiri. Sehingga, tercapailah kata damai.

    “Dalam proses penanganan kami pihak keluarga yang tercapai maka pihak terlapor sudah minta maaf langsung. Para pihak keluarga menempuh jalur damai,” jelas Irwandhy.

    Seorang Ibu di Jakarta Jadi Korban KDRT Anak Diminta Tak Mengulangi Perbuatan

    Irwandhy mengingatkan, agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali pada kesempatan berbeda. Menurut dia, ibu adalah seorang yang berjasa karena telah melahirkan dan membesarkan. Sehingga tindak kekerasan terhadapnya tidak boleh dilakukan.

    “Perlu kami sampaikan dalam hal ini adalah apapun itu alasannya, motif yang bersangkutan untuk melakukan pemukulan terhadap ibunya, kita tidak bisa membalas jasa dari seorang ibu,” pungkasnya. (red)

    Baca Artikel lainya:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *