Jakarta, Intra62.com – Menurut Taufan Dimas Hareva dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), sentimen global adalah penyebab pelemahan kurs rupiah.
Baca Jugq : Rupiah Menguat, Pasar Menunggu Rilis Data Ekonomi Berikutnya
Pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, nilai tukar rupiah bergerak melemah 36 poin, atau 0,21 persen, menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.819 per dolar AS.
Menurutnya, meskipun masalah yang muncul terkait intervensi pemerintah AS terhadap Federal Reserve, pasar menganggap intervensi tersebut belum berdampak nyata pada kebijakan moneter Amerika Serikat.
Disebutkan bahwa investor terus menunggu tanda-tanda yang lebih jelas tentang penurunan suku bunga, memastikan bahwa dolar AS tetap menjadi aset yang aman.
Rilis data penjualan eceran yang tumbuh 1,5 persen secara bulanan dianggap menunjukkan daya beli masyarakat yang relatif stabil. Ini sesuai dengan sentimen sisi domestik.
Mengingat bahwa faktor sentimen global dan arus modal lebih memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek, sentimen positif ini dianggap belum cukup untuk menahan tekanan dari luar.
Selain itu, otoritas moneter telah mengambil tindakan untuk stabilisasi pasar valas, yang dapat mengurangi ketidakpastian, tetapi tidak cukup untuk mengubah dinamika rupiah di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Baca Juga : Kerugian Negara Ratusan Triliun Rupiah Korupsi 2025
Baca Juga : Kebijakan Pelonggaran BI Dapat Melemahkan Rupiah.
(Red).
