Jakarta, Intra62.com – Sekitar 6.000 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih menunggu layanan cek kesehatan gratis, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Hamdun mengatakan, “Untuk tingkat MI dan MA baik negeri maupun swasta, alhamdulillah sudah terlayani CKG. Tinggal siswa MTs yang belum.”
Di Kota Mataram, ada sekitar 6.000 siswa di tiga sekolah menengah negeri dan sekitar 20-an sekolah menengah swasta.
Sejauh ini, pihaknya belum menerima konfirmasi dari Dinas Kesehatan tentang alasan mengapa siswa MT belum menerima layanan CKG.
Namun, Dinas Kesehatan setempat telah menerima semua data tentang jumlah siswa dan lokasi sekolah.
Dia menyatakan, “Kami berharap CKG pelajar dapat segera dilaksanakan bagi siswa MT, untuk mendeteksi faktor risiko dan penyakit pada anak-anak sejak dini.”
Baca Juga : Dua Siswa Sekolah Garuda Transformasi Merahi Medali Perak
Dengan target sasaran sekitar 160 ribu siswa di tingkat SD/MI, SMP/MT, dan SMA/SMK/MA, kegiatan CKG tidak dapat dilakukan dalam waktu satu atau dua bulan, tetapi bisa sampai satu tahun.
Dia berkata, “Kami tidak bisa menargetkan sebulan atau dua bulan karena cek kesehatan harus dilakukan setidaknya sekali setahun.”
Namun, sumber daya manusia (SDM) di puskesmas adalah tantangan yang dihadapi Dinkes. Sejak CKG pelajar dibuka pada 19 Agustus 2025, petugas menjalankan CKG di 11 puskesmas di Kota Mataram, masing-masing dengan wilayah kerja mereka sendiri.
Dia menyatakan bahwa cakupan pemeriksaan elektrokardiogram pelajar hampir sama dengan cakupan pemeriksaan elektrokardiogram umum yang dilakukan pada orang berulang tahun, termasuk skrining penyakit tidak menular (PTM), penyakit menular, penyakit mata, telinga, anemia, hipertensi, diabetes, dan potensi komplikasi gaya hidup lainnya.
( Red ).
