Yogyakarta , Intra62.com . Raffi Ahmad Memutuskan untuk Meninggalkan Proyek Beach Club di Karst Gunungkidul .Aktor Indonesia mengumumkan penghentiannya dari rencana untuk membangun Bekizart Beach Club & Resort di Gunung Kidul, Yogyakarta. Banyak kontroversi terkait proyek yang berada di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK).
Raffi mengumumkan menarik diri dari proyek wisata premium melalui akun Instagramnya pada 12 Juni. Dia ingin memastikan bahwa setiap bisnis yang dia lakukan baik untuk lingkungan maupun masyarakat.
“Saya sangat memahami bahwa terdapat beberapa kekhawatiran dari masyarakat terkait proyek ini yang belum sejalan dengan peraturan berlaku. Dengan ini, saya menyatakan akan menarik diri dari keterlibatan saya dalam proyek ini,” katanya, dikutip dari akun Instagramnya.
Sejak tahun lalu, Raffi Ahmad telah bekerja sama dengan PT. Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI) untuk membangun Beach & Club Raffi. Lahan seluas 20 hektar.
Saat itu, dia dan koleganya, pengusaha Arbi Leo, melakukan seremoni peletakan batu pertama. Tidak lama kemudian, proyek wisata di Pantai Krakal, yang terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, menjadi subjek perdebatan.
Sekitar 63.000 orang menandatangani petisi penolakan di Change.Org hingga 15 Juni. Lokasi tersebut belum memiliki izin karena karst Pegunungan Sewu melindunginya.
Baca juga : DPP AWDI Soroti Aktivitas Tambang Galian C Membahayakan Penduduk , di Gunung kidul lagi ?
Proyek ini melibatkan banyak nama selain Raffi Ahmad. Sebuah salinan dokumen profil perusahaan yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Mongabay menemukan beberapa nama tambahan. Sebut saja Agus Tobing dan Arbi Leo, yang masing-masing bertugas sebagai komisaris perusahaan.
Selain itu, William Tobing dan Alfredo Tobing adalah direktur. Kasman sebagai direktur eksekutif. Selain itu, terdaftar sebagai pengurus perusahaan adalah Inge Setiawati, Lilik Thohari, dan Rudy Cahyadi. Inge saat ini menjabat sebagai komisaris di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
Siapa di Balik Proyek ini ?
Selain perseorangan, dua perusahaan juga terungkap menggenggam saham perusahaan yang baru berdiri pada 2023 itu. PT. Bersahaja Network Rans Sukses (BNRS) dan PT Agung Lancar Arto (ALA) tercatat sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 5.550 lembar senilai Rp5,550 miliar. Sedangkan BNRS mengoleksi 3.000 lembar Rp3 miliar.
BNRS merupakan perusahaan swasta tertutup yang berkedudukan di Kalideres, Jakarta Barat. Perusahaan ini baru dibentuk akhir tahun lalu dengan SK pengesahan nomor: AHU-0083733.AHU.01.01 tahun 2023 tertanggal 2 November dengan 5.000 lembar saham disetor.
Raffi Ahmad dan Arbi Leo adalah komisaris dan komisaris utama perusahaan, masing-masing dengan 2.375 lembar saham. Andrias Wibowo, direktur, memiliki 250 lembar saham.
Meskipun dia tidak memiliki saham di perusahaan itu sebagai komisaris, Raffi tercatat sebagai salah satu pihak yang mengambil keuntungan dari PT RFA Maju Internasional (RMI), yang ternyata memiliki 2.375 saham di BNRS.
Di RMI, Raffi sebagai direktur utama. Istrinya, Nagita Slavina merupakan komisaris utama. Selain kedua selebritas itu, ada juga tiga nama lain yang cukup familiar. Mereka adalah Grandy Prajayakti, selaku direktur, Dony Oskara dan juga M. Roofi A. Koesuma.

Di industri pariwisata, sosok Dony Oskaria tak begitu asing. Dony masih tercatat sebagai direktur utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (API), perusahaan negara yang bergerak di sektor pariwisata.
Himawan Kurniadhi, Koordinator Koalisi Keadilan Ruang, mengatakan, mundurnya Raffi Ahmad tak serta merta membuat rencana pembangunan proyek terhenti. Terlebih lagi, sejauh ini belum ada pernyataan apapun yang resmi disampaikan perusahaan. “Yang menggembirakan, banyak pihak yang mendukung upaya pelestarian kawasan karst Gunung Sewu,” katanya. ( redx )
