Jakarta, Intra62.com – Arsal Ismail, Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam semua operasi perusahaan, sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan keberlanjutan.
“Bagi PTBA, keselamatan adalah fondasi operasional. Kami memastikan seluruh kegiatan bisnis dijalankan dengan standar K3 yang ketat untuk melindungi pekerja, mitra kerja, serta lingkungan sekitar,” kata Arsal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Selain itu, ia menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat komitmen ini melalui pengawasan, pembinaan, dan keterlibatan aktif manajemen.
Sementara itu, Ihsanudin Usman, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTBA, menyatakan bahwa organisasi memastikan inklusivitas melalui pengelolaan SDM dan K3 yang lebih baik secara berkelanjutan.
Ihsanudin menyatakan bahwa saat ini kami memiliki 1.681 pegawai organik yang direkrut secara transparan dan akuntabel dari seluruh Indonesia, dengan tetap memastikan keterwakilan tenaga kerja lokal.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar karyawan PTBA berasal dari generasi muda, Gen Z, dan milenial, yang berperan penting dalam mendorong perubahan dan budaya kerja yang adaptif.
Lebih dari 16 ribu kontraktor dan tenaga kerja alih daya membantu operasi perusahaan, sehingga standar K3 diterapkan secara menyeluruh di seluruh ekosistem kerja PTBA.
Di seluruh unit perusahaan, PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai dengan PP Nomor 50 Tahun 2012 dan ISO 45001:2018.
Di antara dua pilar utama program keselamatan kerja dan kesehatan dan lingkungan kerja, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, inspeksi rutin, pembinaan K3, kesiapsiagaan darurat, dan pemantauan kesehatan dan lingkungan kerja adalah bagian dari K3.
Ihsanudin menyatakan bahwa nilai Frequency Rate dan Severity Rate PTBA berada di bawah benchmark nasional, menunjukkan kinerja K3 PTBA. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari komitmen kolektif seluruh karyawan PTBA untuk menjadikan keselamatan sebagai nilai utama.
Baca Juga :Hilirisasi Batu Bara Bisa Menghasilkan Produk Ini ,Selain LPG
(Red).
