Jakarta ,intra62.com . Untuk apa PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) didirikan . Perusahaan baru ini juga dikenal sebagai Sugar Co, adalah Sub Holding Komoditi Gula PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.
Ini dibangun sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) dan termasuk dalam 88 Program Kementerian BUMN dari tahun 2020 hingga 2023 untuk mendukung akselerasi Program Ketahanan Pangan, terutama mencapai swasembada gula nasional.
PTPN III (Persero) Holding Perkebunan dan PTPN XI memiliki saham PT SGN pada 17 Agustus 2021.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, 36 pabrik gula milik tujuh anak usaha PTPN Group—PTPN II, VII, IX, X, XI, XII, dan XIV—ditutup.
PT SGN menggunakan konsep profesionalitas, sinergi, efisien, dan efektif saat mengelola pabrik gulanya di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, perusahaan menerapkan nilai-nilai AKHLAK dalam setiap aspek operasionalnya untuk menghasilkan operasi yang luar biasa yang mendukung program swasembada gula nasional.
Baca juga : Harga Gula Masih Tinggi, Kemendag Panggil Importir
Berdasarkan PP No. 17PP1996, PG Tasikmadu didirikan oleh KGPAAM IV pada tahun 1871 dan beroperasi di bawah Het Fonds Van Egendommen Van Het Mangkoenegaranse Rijk.
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dibentuk dari PTP XV–XVI dan PTP XVIII. Pada tahun 1998, PG Colomadu bergabung dengan Tasikmadu. Pada tahun 2019, Gondang Baru Ceper bergabung dengan PG Tasikmadu. Pada tahun 2022 PTPN IX dipecah menjadi SGN yang berada di regional III Jateng.
Pada tahun 2023 Pabrik Tasikmadu tidak lagi beroperasi.
Jenis pengolahan terakhir menggunakan sistem sulfitasi alkalis. Jenis pengolahan terakhir ini juga menggunakan sistem sulfitasi rangkap atau dua kali sulfitasi.
Sistem ini dioperasikan di fasilitas pengolahan limbah menggunakan sistem aerobic, yang melibatkan proses lumpur aktif. Selain itu, fasilitas pengolahan daur ulang air untuk pengolahan juga menggunakan sistem biotray, yang menggunakan spray pond dan biotray.( red )
