• Wed. Apr 22nd, 2026

Polri , BIN dan Ahli Independen Bentuk TIM karena Keracunan MBG

ByAF

Sep 26, 2025
Polri , BIN dan Ahli Independen Bentuk TIM karena Keracunan MBG

Jakarta , Intra62.com .  Polri , BIN dan Ahli Independen Bentuk TIM karena Keracunan MBG .   Untuk menangani kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk dua tim investigasi, masing-masing terdiri dari gabungan Polri dan Badan Intelijen Nasional (BIN).  Serta tim independen yang terdiri dari para ahli.

Menurut Nanik S. Deyang, Wakil Kepala BGN, pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus keracunan dalam menu MBG melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN dan bekerja sama dengan Kepala BIN dan Kapolri, serta lembaga terkait seperti Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan pemerintah daerah setempat.

Kami membentuk dua tim investigasi. Dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat, Nanik menyatakan bahwa dari dalam ada Deputi Tauwas yang melakukan pengawasan dan pemantauan. Selanjutnya, akan ada kerja sama antara Kepolisian, BIN, Dinkes, BPOM, dan pemda setempat untuk melakukan investigasi.

Saya meminta hal ini. Apapun harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Misalnya, kami melakukan perbaikan pada Standar Operasi Standar (SOP). Tapi, kemudian saya, kebetulan Kepala BIN menghubungi saya, jadi saya minta BIN turun sekarang. Mungkin dari kepolisian sudah turun,” katanya.

Nanik menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan oleh tim investigasi independen dan tim yang melibatkan Polri dan BIN.

Antara Januari dan September 2025, BGN membentuk tim independen yang melibatkan ahli farmasi, kimia, chef, dan ahli lainnya dari berbagai bidang untuk menyelidiki alasan 70 kasus keracunan dalam menu MBG.

Nanik menyatakan bahwa tidak semua penyebab keracunan MBG akan diketahui publik saat ditanya tentang hasil penyelidikan.

Jika tidak mengancam keadaan negara, kami akan membuka jika itu berkaitan dengan masyarakat. Misalnya apa? Saya sudah membuka tadi, sebagian besar penyebab keracunan karena kesalahan prosedur operasi standar (SOP), tetapi jika politisi tidak melakukannya, akan terjadi ribut, kata Nanik.

70 Kasus Keracunan

Antara Januari dan September 2025, BGN mencatat 5.914 penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) terkena 70 kasus keracunan.

Nanik menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama dan meminta bantuan BIN dan Polri untuk memeriksa berbagai faktor yang berkontribusi pada keracunan MBG, selain masalah Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca juga : Ada yang aneh, Keracunan Makanan Bergizi Gratis

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/