Jakarta , Intra62.com . Perusahaan China Kembangkan Robot Rahim Buatan, bisa Mengandung Janin. Kaiwa Technology, perusahaan asal China, sedang mengerjakan robot dengan rahim buatan. Robot ini menerima makanan melalui selang di “perutnya” dan mengandung janin sekitar sepuluh bulan sebelum melahirkan.
Dr. Zhang Qifeng, pendiri Kaiwa Technology di Guangzhou, China, adalah orang yang membuat robot ini. Prototipe tersebut akan dirilis pada tahun berikutnya jika semuanya berjalan sesuai rencana.
Robot humanoid ini dirancang untuk membantu pasangan yang mandul dan mengalami kesulitan hamil. Mereka dapat menyewa robot ini untuk sekitar 100 ribu Yuan atau sekitar Rp 226 juta (asumsi Rp 2.265 per 1 Yuan).
“Teknologi rahim buatan sudah berada pada tahap yang memadai, dan kini perlu dipasang di perut robot agar manusia dan robot dapat berinteraksi untuk mencapai kehamilan. Memungkinkan janin tumbuh di dalamnya,” kata Qifeng, seperti yang dilaporkan The New York Post pada pertengahan Agustus 2025.
Namun, teknologi ini belum menjawab banyak pertanyaan, seperti bagaimana sel telur dan sperma dibuahi . Dan dimasukkan ke dalam rahim, dan bagaimana robot melahirkan.
Selain itu, teknologi semacam ini akan menimbulkan banyak pertanyaan tentang moralitas dan etika.
“Kami telah mengadakan forum diskusi dengan pihak berwenang di Provinsi Guangdong dan membahas kebijakan dan peraturan sambil mengajukan usulan terkait,” katanya.
China telah berusaha keras untuk meningkatkan industri robotik mereka dalam beberapa waktu terakhir. Dengan populasi yang menua dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, upaya ini dilakukan.
Seperti yang dilaporkan oleh Reuters, dalam setahun terakhir, sektor ini telah menerima subsidi pemerintah lebih dari US$20 miliar. Di sisi lain, Beijing memiliki rencana untuk mendirikan dana sebesar US$137 miliar untuk mendukung startup di bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI).
Konsep AI
Menurut analisis Morgan Stanley dalam sebuah laporan, kehadiran publik pada konferensi robot baru-baru ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka berpendapat bahwa ini menunjukkan bahwa tidak hanya pejabat pemerintah tingkat tinggi China yang telah mengadopsi konsep kecerdasan buatan.
Mereka menyatakan, seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (20/8/2025) sore, “Kami yakin minat yang luas ini dapat menjadi faktor penting bagi kepemimpinan China dalam pengembangan robot humanoid. Dengan menyediakan talenta, sumber daya, dan pelanggan yang diperlukan untuk mendorong perkembangan industri dan adopsi jangka panjang.”
Baca juga : China Hadapi Penyakit Pikun & , Krisis Kemanusiaan Mengintai ?
(Anisa-red)
