• Thu. Apr 23rd, 2026

Dinkes Bantul Menyebarkan Vaksin untuk Mengontrol Penyebaran Campak.

ByBunga Lestari

Apr 23, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit campak, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan vaksinasi rutin kepada anak usia satu bulan, 18 bulan, dan siswa kelas satu sekolah dasar (SD).

Kamis, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan bahwa program imunisasi kejar campak saat ini dilaksanakan di Kabupaten Bantul karena meningkatnya kasus campak.

 

Dia menyatakan bahwa imunisasi campak saat ini telah diberikan sebanyak dua kali di 27 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Bantul. Pada tahap pertama, 440 orang telah diimunisasi, dan 404 orang telah tervaksinasi.

Dia menambahkan, “Sementara tahap dua imunisasi menyasar 531 orang dengan cakupan 499 orang, kegiatan imunisasi kejar campak masih berjalan, sehingga persentase capaian masih dapat meningkat.”

 

Dia menyatakan bahwa Dinkes Bantul terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencapai lebih dari 90% cakupan imunisasi campak di layanan kesehatan Bantul.

Selain itu, dia menyatakan bahwa lembaga tersebut bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan wilayah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat imunisasi.

Dia menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan kapanewon (kecamatan), polsek (kepolisian sektor), koramil, KUA (kantor urusan agama), kelurahan, dukuh, staf, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

 

Dia menyatakan bahwa saat ini ada 44 kasus campak di Bantul, tersebar di Kecamatan Piyungan, Dlingo, Sedayu, Kasihan, Banguntapan, Pleret, Sewon, Bantul, Pandak, Srandakan, Imogiri, Jetis, dan Pajangan.

Dia menyatakan bahwa wilayah kecamatan Banguntapan memiliki 13 kasus paling banyak.

 

Dia menyatakan bahwa tidak ada laporan kematian akibat campak, tetapi Dinkes mengimbau orang agar segera melakukan pengobatan jika mereka mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, dan ruam kemerahan.

 

Dia juga mengatakan bahwa masyarakat harus menghindari berhubungan dengan orang yang menderita campak untuk mencegah penularan.

 

Dia kemudian menambahkan, “Kemudian jaga kesehatan, konsumsi gizi seimbang, dan bisa melapor ke petugas puskesmas akan kita tindak lanjuti.”

Baca Juga : Dinkes Lampung memperkirakan ada 8.000 peserta BPJS PBI-JK yang tidak aktif.

Baca Juga : Dinkes Sulbar Bekerja Sama Dengan MSF Menyelenggarakan Pelatihan Krisis Kesehatan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/