Jakarta, Intra62.com –
Sebagai bagian penting dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua Barat Daya, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) memberikan bantuan pendidikan senilai Rp4,7 miliar kepada 472 siswa yang tersebar di sebelas perguruan tinggi.
Di Sorong, Kamis, gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan bahwa bantuan ini merupakan kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Barat Daya yang lebih kompeten dan siap bersaing.
Dia menjelaskan, “Ini jelas bahwa kita ingin pendidikan di wilayah kita benar-benar berkualitas, sehingga pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih besar.”
Dia menyatakan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus), yang dialokasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya pada tahun anggaran 2026, memberikan dana tersebut.
Terdapat sebelas kampus yang menerima dana pendidikan yang akan dibagikan kepada 472 siswa. Universitas Muhammadiyah (Unimuda) Sorong menerima dana sebesar Rp1,280 miliar, Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Benediktus Sorong dan STIE Bukit Zaitun Sorong masing-masing menerima dana sebesar Rp110 juta.
Selanjutnya, Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong dan STAKN Mesias Sorong menerima bantuan sebesar Rp140 juta masing-masing.
Dia menyatakan bahwa Sekolah Tinggi Teologi GKII Sorong memiliki nilai Rp60 juta dan Universitas Victory Sorong memiliki nilai Rp580 juta.
Selain itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sorong menerima pembiayaan sebesar 832 juta rupiah, Universitas Nani Bili Nusantara Sorong menerima pembiayaan sebesar 210 juta rupiah, Unamin Sorong menerima pembiayaan sebesar 1,030 miliar rupiah, dan Politeknik Katolik Saint Paul Sorong menerima pembiayaan sebesar 250 juta rupiah.
Menurutnya, sebelumnya mereka menyalurkan bantuan ini langsung ke rekening penerima manfaat, tetapi mahasiswa tidak menerimanya dengan baik, jadi mereka mengubahnya melalui lembaga kampus.
Dia berharap bantuan kuliah ini digunakan dengan baik untuk tujuan pendidikan, sehingga mempengaruhi kualitas pendidikan di Papua Barat Daya.
Baca Juga: Modifikasi cuaca dan prediksi cuaca ekstrem oleh BPBD Jatim-BMKG Juanda
Baca Juga : BPBD: Angin Kencang Menyebabkan 41 Rumah Rusak Di Lombok Tengah.
(Red).
