Jakarta, Intra62.com – Fox News pada Rabu melaporkan, dengan mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, tujuh tentara AS terluka.
Laporan dari tujuh tentara AS bahwa lima anggota militer telah kembali bertugas, sementara dua lainnya masih dalam proses pemulihan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa semua warga Amerika yang terluka dalam operasi di Venezuela berada dalam kondisi baik. Namun, jumlah korban resmi dan kondisi mereka belum diketahui.
Menurut laporan NBC, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui situasi, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengalami luka ketika mereka membentur dinding atau pintu saat pasukan keamanan AS mengeluarkan mereka dari rumah mereka.
Tidak lama sebelum Maduro dan istrinya melakukan kontak dengan Pasukan Khusus Delta AS, stasiun TV tersebut melaporkan bahwa mereka mengalami memar dan benturan, mungkin akibat pintu atau dinding yang terbentur.
Menurut sumber lain, pasangan tersebut kemudian menjalani pemeriksaan medis di dalam pesawat.
Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela pada 3 Januari, yang menyebabkan Maduro dan pasangannya ditangkap. Dua presiden diterbangkan ke New York untuk diadili oleh hukum AS atas tuduhan “narko-terorisme”.
Pada hari Senin (5/1), Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu memberikan Wakil Presiden Delcy Rodríguez jabatan presiden. Dia kemudian dilantik di hadapan Majelis Nasional.
Baca Juga : Ketua Fraksi PKB Serukan Perkuat Persatuan Nasional
(Red).
